tjipetir

LiputanIslam.com – Tablet misterius bertuliskan ‘Tjipetir’ muncul di beberapa daratan di Eropa, namun semua tak ada yang mengetahui sumbernya dari mana. Berbagai spekulasi pun bermunculan, namun tak ada satupun yang berhasil menguaknya hingga akhirnya Tracey Williams sampai menelusurinya hingga Indonesia. Lalu apa kaitannya Indonesia dengan karet bertuliskan ‘tjipetir’ tersebut?

Pada musim panas 2012, Tracey Williams sedang berjalan-jalan di sepanjang pantai Newquay, Cornwall bersama anjingnya. Ia dikejutkan dengan sebuah tablet hitam yang muncul di pesisir pantai yang teronggok begitu saja. Namun tablet tersebut sudah ada tulisan ‘tjipetir’ diatasnya.

Berangkat dari rasa keingintahuan yang dalam, akhirnya Williams mulai melakukan pencarian dari mana asalnya tablet tersebut. Hal tersebut berbeda dengan orang lain yang tidak berusaha untuk mencari tahu asal muasal tablet tersebut. Ia kemudian mulai menelusuri dari mana tablet-teblet yang berbahan dasar karet tersebut mengotori pantai di Eropa dan Inggris tersebut.

Williams tak main-main, ia sampai mempelajari cerita bangkai kapal dari Perang Dunia II, I dan kapal-kapal sebelumnya yang pernah karam seperti Titanic.

Bukan hanya Williams yang penasaran dengan tablet karet tesebut, terhitung Daily Mail dan The Times pun turut serta melakukan investigasi atas penemuan tablet karet yang akhirnya menjadi bahan perbincangan penduduk Eropa dan Inggris tersebut seperti dilansir dari inilah.com.

Tak puas dengan pencarian jalur formal akhirnya Williams melakukan pencarian melalui asal usul kata ‘tjipetir’ yang tertuliskan di setiap tablet.

Yang mengejutkan Tjipetir ternyata sebuah nama sebuah perkebunan karet di Indonesia letaknya berada di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Perkebunan tersebut beroperasi pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Kolonial Verlaag 1916 mencatat perkebunan karet Guttapercha-Onderneming te Tjipetir milik pemerintah Belanda, dan masuk Preanger Regentschappen-Java.

Seperti di kutip juga dari liputan6.com, ternyata, benda persegi itu sejatinya bukan karet, namun mirip gutta-percha atau getah perca: lateks koagulasi dari cairan getah murni yang dapat mengeras dan berasal dari pohon jenis Sapotaceae yang dapat dipadatkan, umumnya terdapat di Semenanjung Malaysia. Pada Abad ke-19 hingga pertengahan Abad ke-20 digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.Sebelum ada plastik — material yang lebih modern — gutta-percha digunakan sebagai bahan pembuat bola golf, hidung boneka teddy bear, pigura, juga aksesoris

Semula Williams menduga tablet karet itu berasal dari Titanic. Ia memeriksa manifes Titanic, dan benar kapal mewah itu membawa bal karet dan getah perca. Temuan ini pula yang menimbulkan spekulasi liar pers.

Pada musim panas 2013 akhirnya ada secercah harapan untuk menguak lebih dalam. Williams mendapatkan informasi dari dua orang yang tidak ingin disebutkan namanya secara terpisah. Mereka berdua menginformasikan bahwa tablet Tjipetir tersebut berasal dari kapal kargo Jepang yang karam selama Perang Dunia I.

Kapal karam tersebut diyakini adalah Kapal Miyazaki Maru yang tenggelam di 150 mil sebelah barat Kepulauan Sisilia. Menurut Williams ketika penyelamatan kapal dilakukan salah satu yang dibuang dari palka adalah getah perca Tjipetir tersebut.

Selain Williams, pejabat yang mengurusi kecelakaan dan penyelamatan perairan Inggris juga mengamininya. Miyazaki Maru ditenggelamkan kapal selam Jerman U-88, dengan kapten Walther Schwieger. Kapal ini pula yang menenggelamkan RMS Lusitania, membuat AS marah dan terlibat dalam Perang Dunia I.

Curtis Ebbesmeyer, seorang pakar kelautan, mengatakan tablet karet Tjipetir diperkirakan masih akan mengotori laut selama bertahun-tahun. Ia akan terus muncul dari badan Miyazaki Maru dan mengapung sampai jauh.

Williams lantas menyebarkan temuannya itu di laman Facebook-nya. Orang-orang pun makin ramai merespons dan berbagi ‘Tjipetir’ temuannya. Ternyata benda persegi itu ditemukan tak hanya di Inggris dan Wales, tapi sampai di Shetland, Channel Islands, Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark. Sejumlah orang juga melaporkan temuan karung dan gulungan karet.

Williams yakin tidak hanya satu kapal yang membawa tablet itu, jika sampai sekian tahun orang masih menemukan produk asal Tjipetir, Sukabumi itu masih ditemukan di tengah laut. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL