Dua guru pemenang menunjukkan piagram, Puji Lestari Dan Muhammad Zulham/ Microsoft

Dua guru pemenang menunjukkan piagram, Puji Lestari Dan Muhammad Zulham/ Microsoft

Jakarta, LiputanIslam.com – Guru SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo Puji Lestari dan guru SMP 1 Sedayu Bantul Muhammad Zulham mampu mengharumkan nama bangsa di ajang dunia karena memenangi penghargaan sebagai guru inovatif di ajang “Global Educator Challenge” yang digelar Microsoft di Washington DC, Amerika Serikat.

“Microsoft Indonesia sangat senang dan bangga, mereka telah melalui proses yang panjang dan kompetitif, mulai dari seleksi nasional hingga dapat mengikuti forum dan kontes tingkat dunia di Redmond, Amerika Serikat,” kata Partners in Learning Manager Microsoft Indonesia, Obert Hoseanto di Jakarta, Kamis, seperti dikutip dari ANTARA (28/5).

Kedua guru berprestasi itu mendapatkan penghargaan “Global Educator Challenge” yang digelar sebagai puncak rangkaian acara E2 “Global Educator Challenge” yang diselenggarakan di Headquarter Microsoft di Redmond, Washington DC, pada 29 April hingga 1 Mei 2015.

Dalam forum pendidikan itu, Microsoft mengundang 300 pengajar dari seluruh dunia untuk bertukar pendapat dan berbagi pengalaman mengajar khususnya dalam memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar di era mobile-first, cloud-first.

Guru yang berhasil bersaing dengan 298 guru lainnya ini, yakni Puji Lestari dari SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo juga menjadi “The First Runner Up” di kategori Project Plan. Sedangkan Muhammad Zulham yang mengajar di SMP 1 Sedayu Bantul juga pun menjadi “The First Runner Up” di kategori “Learning Activity”.

Puji memukau para juri dengan proyek pembelajaran mengenai lingkungan, sedangkan Zulham meraih penghargaan untuk proyek Gallery Walk.

Menurut Puji, proyek yang ditunjukkan dalam acara ini adalah mengenai kampanye lingkungan bersih yang telah dilakukan di sekolah bersama dengan para murid di sekolahnya. Pertama, murid melakukan observasi di rumah mereka dan lokasi sekitar sekolah.

Mereka mencatat jenis sampah yang ada dan penanganannya oleh masyarakat sekitar. Setelah masa observasi, muridnya membuat brosur mengenai kebersihan dengan pesan utama”reduce, reuse dan recycle” agar dapat ditiru dan diterapkan masyarakat sekitar.

Sedangkan proyek Zulham yang berupa Gallery Walk merupakan inisitatifnya untuk meningkatkan partisipasi dari siswa yang kurang aktif di kelas.

“Di proyek yang telah saya mulai sejak 2013, saya membagi murid ke dalam beberapa kelompok. Dan untuk membuat proyek ini mereka menggunakan berbagai teknologi, termasuk smartphone untuk mengakses informasi di internet, sehingga melalui proyek ini anak-anak juga dapat belajar menggunakan teknologi dan kemampuan komunikasi verbal mereka juga terasah,” ujar Zulham. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL