132648_batikstallosyus

Bandung, LiputanIslam.com – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menambah catatan rekornya. Kali ini 1.500 batik hasil karya siswa-siswi Sekolah St Aloysius Bandung berhasil memecahkan rekor dunia. Rekor tersebut dicatatkan pada pameran batik hasil karya siswa-siswi terbanyak.

Pemberian rekor diserahkan oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana dalam acara Aloysius Batik & Tradisional Games – Food Festival di Kompleks Sekolah St Aloysius Jalan Batununggal II, Jumat (16/1/2015). Turut hadir pula anggota DPR RI Komisi X Otje Popong Djundjunan yang turut menyerahkan penghargaan tersebut, seperti dilansir dari detik.com.

Jaya Suprana mengatakan keputusan MURI memberikan rekor dunia pada St Aloysius karena yang dilakukan sekolah tersebut belum pernah dilakukan oleh sekolah manapun. Angka 1.500 batik tulisa yang dipamerkan dianggap Jaya Suprana merupakan hasil jerih payah para siswa-siswi yang tidak mudah.

Selain karena jumlahnya yang cukup banyak, Jaya Suprana juga menambahkan untuk membuat batik akan lebih sulit jika dibandingkan dengan membuat lukisan, pasalnya ada aturan dan proses yang lebih rumit lagi. Selain itu nilai kecintaan terhadap budaya Indonesia juga merupakan penilaian tersendiri dalam menetapkan rekor dunia tersebut.

“Karena itu hasil karya ini patut dihargai bukan hanya rekor Indonesia tapi juga rekor dunia,” tuturnya.

Ketua Yayasan St Aloysius Sherly Iliana menuturkan, dipilihnya batik untuk pembuatan rekor ini karena batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia yang saat ini kian diminati.

“Kami ingin batik ini bisa lebih dikenal. Siswa dan guru bisa mengenal makna dan filosofi dalam pembuatannya sehingga tertanam kecintaan,” tutur Sherly menambahkan.

Proses penyiapannya ternyata membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dalam pembuatan hasil karya ini, St Aloysius mempersiapkan selama 4 bulan. Setiap siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA membuat satu karya batik tulis dalam sebidang kain. Hasilnya itulah yang kemudian dijadikan sebagai hasil karya dalam pameran batik tulis terbesar dari sebuah sekolah di Bandung, Jawa Barat.

“Hasil motif setiap anak menciptakan motif dan corak yang berbeda. Namun dalam setiap karyanya yang khas yaitu ada Bunga Lily, yang menjadi simbol St Aloysius,” kata Pastur Darno, pimpinan St Aloysius. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*