SusiJakarta, LiputanIslam.com — Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada tanggal 20 Mei nanti akan dijadikan momentum oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, untuk kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi illegal fishing. Ia siap menenggelamkan kapal asing yang tertangkap tengah beroperasi di Indonesia.

Jumlah kapal pencuri ikan yang akan ditenggelamkan KKP sebelumnya direncanakan sebanyak 20 kapal, namun kemudian Menteri Susi meralat menjadi 45 kapal.

“Kami akan tenggelamkan kapal tanggal 20 (Mei) nanti di Harkitnas, sebagai momentum kalau kita mau bangkit dari pencurian ikan,” ujar Susi dalam acara pengarahan petugas pengawas perikanan di kantornya, Rabu, 29 April 2015 seperti dilansir CNN Indonesia.

Secara rinci, Susi menjelaskan nantinya kapal-kapal tersebut ditenggelamkan serentak di enam wilayah berbeda, yakni 5 kapal di Merauke, 5 kapal di Ambon, 17 kapal di Bitung, 11 kapal di Pontianak, 6 kapal di Batam dan satu kapal di Medan. Kapal-kapal tersebut merupakan hasil tangkapan polisi air di wilayah perairan masing-masing.

Setelah mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo untuk memberantas illegal fishing di perairan Indonesia, Susi mengatakan kini tugas anak buahnya semakin berat. Ia mengklaim, secara perlahan pihaknya sudah mampu mengurangi aksi illegal fishing yang selama ini menggerogoti laut Indonesia.

“Tanpa meriam dan tanpa senjata, ternyata kita sudah bisa ngusir ribuan kapal. Karena kemauan, kita punya strategi dan ide yang bagus, punya efek jera yang dilontarkan dan ditanggapin oleh Pak Presiden. Rasanya sekarang susah tidak ada yang berani nakal lagi,” katanya.

Seperti diketahui, Susi mengancam akan langsung menenggelamkan kapal berbendera asing yang kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia, tanpa harus menunggu putusan pengadilan. Langkah ini dilakukan guna menghindari terulangnya proses hukum yang justru meringankan pelaku illegal fishing seperti pada kasus Kapal Hai Fa.

Menurut Susi, aksi penenggelaman kapal dimungkinkan dalam Undang-Undang Perikanan. Penindakan tersebut juga diyakini tak akan mengganggu hubungan bilateral Indonesia dengan negara asal kapal pencuri ikan.

Susi menjelaskan, baginya, tak ada kompromi untuk pelaku illegal fishing. Pasalnya, mereka dengan seenaknya masuk ke perairan Indonesia dan mengambil sumber daya di laut Nusantara. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL