yaumul quds surabaya00Surabaya, LiputanIslam.com – Hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan menjadi salah satu hari buruk bagi Rezim Zionis Israel dan pendukung utamanya, Amerika Serikat (AS). Pasalnya, hari ini di dunia Islam diperingati sebagai Hari al-Quds Internasional dalam rangka menggalang solidaritas dan pembelaan untuk bangsa dan tanah Palestina yang merupakan tempat mikraj Nabi Muhammad saw di Masjid al-Aqsa, Baitul Maqdis.

Peringatan yang umumnya ditandai dengan aksi pawai dan unjuk rasa damai ini juga digelar oleh ribuan massa yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika dan Israel (KUMAIL) di Surabaya, Jatim, Jumat (1/7/2016). Di tengah cuaca mendung, sasaran unjuk rasa mereka adalah Konsulat Jenderal (Konjen) AS di kawasan perumahaan elit Citraland, Surabaya.

Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan datang ke lokasi dengan beberapa unit bus, kendaraan pribadi, dan motor. Selain orang-orang dewasa, anak-anak kecil juga ikut serta dalam unjuk rasa damai Hari al-Quds.yaumul quds surabaya03

Mereka sebagian besar berpakaian serba hitam dan mengenakan ikat kepala bertuliskan “Free Palestine” (Bebaskan Palestina), “Quds Is Ours” (Quds Milik Kita) dan lain-lain. Massa juga mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina serta membawa poster dan plakat bertuliskan antara lain “Israel is Not Real, It Must Be Destroyed” (Israel Bukanlah Realitas, Harus Dihancurkan), “Indonesia Menolak Penjajahan”, dan “Stop Normalization With Israel (Hentikan Normalisasi Dengan Israel).”

Massa berorasi sambil sesekali diselingi gemuruh irama drum band yang mengiringi lirik lagu-lagu mars tentang Palestina.

Dalam aksi yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut beberapa aktivis tampil berorasi dengan tema Zionisme dan takfirisme.

Mukhtar Lutfi dalam orasinya menegaskan bahwa “Setan Besar” AS merupakan biang persoalan dunia kontemporer karena telah melindungi eksistensi rezim ilegal Zionis Israel, menebar Islamfobia, dan menciptakan Islam takfiri, yaitu aliran yang berkecenderungan mengafirkan lawan pendapat.

“Ini merupakan tugas kita semua untuk menjelaskan kepada dunia bahwa Islam Muhammadi berbeda dengan Islam versi Amerika. Islamnya Muhammad bukan Islam takfiri. Islam Muhammad adalah Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan, Islam yang toleran,” pekiknya.

yaumul quds surabaya01Darsono selaku korlap aksi demo mengingatkan kepada umat Islam supaya tetap berjuang karena Palestina hingga kini masih berada dalam cengraman Zionis dan AS. Sementara Zainal Nahrawi dalam orasinya menyebutkan bahwa aksi demo di Hari al-Quds akan senantiasa ada hingga tercapainya kemenangan Palestina.

Habib Abdillah Ba’abud menegaskan bahwa kekuatan imperialis telah melahirkan bayi-bayi angkara murka yang terus membesar untuk mengacaukan stabilitas dan kedamaian di Timteng.

“Bayi pertama adalah imperium Zionis Israel, sedangkan bayi kedua dilahirkan dengan pakaian agama dan teriakan yang juga dipekikkan oleh Muslimin, yaitu takbir yang diteriakkan di mana-mana, tapi takbir yang tidak membawa kedamaian dan ketentraman. Takbir mereka hanyalah ketika mereka menyembelih manusia-manusia tak berdosa, dan ketika mereka mengacak-acak setiap negara merdeka. Bayi kedua itu adalah kelompok takfiri,” tegasnya.

Dari massa perempuan, Euis Daryati tampil sebagai orator dan mengingatkan adanya isu-isu sektarian mazhab untuk melemahkan perjuangan pembebasan tanah suci Baitul Maqdis. Menurutnya, ada tiga kekuatan yang selama ini gigih membantu Palestina, yaitu Hizbullah Lebanon, Suriah, dan Iran.

“Hizbullah, yang tujuan berdirinya ialah melawan Israel yang sebelumnya menjajah Lebanon Selatan… Suriah, negara Arab yang hingga kini tetap menentang Israel dan memperlakukan serta melayani pengungsi Palestina seperti penduduk asli. Sedangkan Iran menyuplai senjata dan teknologi ke Palestina,” ujarnya.

Satu gadis kecil juga tampil ke podium membacakan puisi tentang ketabahan dan perjuangan anak-anak bangsa Palestina.

yaumul quds surabaya02“Palestina, musuh kalian salah pilih lawan. Kalian bukan pelempar batu sembunyi tangan, atau bocah-bocah cengeng di pojokan. Kalian bukan pelempar botol bekas bersumbu api, atau pemuda lemah dan kalah digertak lalu lari. Palestina, kalian adalah inspirasi perjuangan yang harus ada setiap zaman,” bunyi puisi itu.

KUMAIL setiap tahun menggelar unjuk rasa pada peringatan Hari al-Quds, namun seperti tahun-tahun sebelumnya aparat keamanan tidak memperkenankan mereka beraksi terlalu dekat dengan gedung Konjen AS sehingga massa terkonsentrasi di lokasi sekitar 100 meter dari gedung.

Namun demikian, meskipun massa berjumlah ribuan, jumlah aparat yang dikerahkan di lokasi sangat sedikit dan bahkan tak sampai 50 personil, itupun tanpa persenjataan lengkap maupun kawat berduri, apalagi watercannon, seperti yang biasa digunakan oleh aparat untuk mengantisipasi huru-hara. Sebagian petugas bahkan hanya duduk santai di bawah pepohonan di tepi jalan.

Aparat mungkin dapat bernafas lebih lega karena meskipun massa mengangkat tema perang dan jihad melawan Zionisme, tapi di saat yang sama mereka mengumandangkan isu kebangsaan, seruan toleransi antarmazhab dan umat beragama. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL