Sumber: liputanislam.com

Yogyakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Haedar Nashir ikut menanggapi dengan tegas atas ditangkapnya beberapa anggota Muslim Cyber Army (MCA) karena kasus penyebaran hoax, ujaran kebencian, dan fitnah. Haedar menegaskan bahwa ujaran kebencian bukanlah akhlak mulia. Bagi seorang muslim, akhlak mulia dalam relasi sosial harus senantiasa dikedepankan.

“Muhammadiyah dengan fikih informasi meyakini bahwa tiap ujaran kebencian dan penyalahgunaan medsos dengan motif apapun menunjukkan bukan akhlak mulia. Ini sangat bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah,” ucapnya usai menghadiri talkshow Filantropi untuk Pemberdayaan Umat di GSP UGM, Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Sabtu (3/3).

Menanggapi kasus ditangkapnya seorang dosen anggota MCA karena menyebarkan berita hoax, Haedar menegaskan bahwa perbuatan seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh orang yang terdidik. “Kalau yang terdidik enggak akan bikin hoaks, (pembuat hoaks) ya berarti salah didik,” katanya.

Ia juga meminta polisi mengusut tuntas kasus ujaran kebencian secara objektif dan transparan. “Muhammadiyah tentu mengecam, tidak menyetujui berbagai macam bentuk perilaku kriminal melalui media sosial. Adapun kasusnya silakan saja menjadi tugas pihak kepolisian untuk mengusut tuntas,” tegasnya.

Guna meminimalisir dan mencegah penyebaran dan pembuatan berita hoaks, Haedar menyarankan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membuat sistem pengamanan digital yang semakin canggih dan modern. Selain itu, juga diperlukan edukasi terus-menerus pada masyarakat.

“Tidak ada proses pembelajaran yang sangat berharga dan penting selain edukasi. Muhammadiyah akan tetap sikapnya adalah mengedukasi masyarakat agar tidak memproduksi, mereproduksi apalagi memobilisasi ujaran-ujaran kebencian,” tambahnya. (ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*