Sumber: suaramuhammadiyah.id

Yogyakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Haedar Nashir mengatakan bahwa pemilihan umum (Pemilu) yakni pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) merupakan hal yang biasa dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu ia mengingatkan agar menyikapi Pemilu dengan tidak berlebihan.

Hal demikian disampaikan Haedar dalam pengajian refleksi akhir tahun 2018 dan wejangan dalam menghadapi tahun politik 2019 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Selasa (1/1).

Menurutnya, politik itu adalah urusan muamalah duniawiyah. Prinsipnya ibahah atau boleh, tidak diatur secara rigid di dalam nash. Politik dibutuhkan dalam mengatur urusan dan mendistribusikan keadilan, dan itu wilayah domainnya partai politik.

“Muhammadiyah itu ormas (Organisasi kemasyarakatan). Bukan partai. Tugasnya berbeda dengan parpol,” tegasnya.

Sebagai Muslim, lanjutnya, dalam berpolitik harus menunjukkan akhlak mulia, yang berbeda dengan cara orang sekuler berpolitik. “Kita sebagai muslim menggunakan nilai-nilai mulia yang diajarkan agama. Kampanye dengan hikmah dan mauizah hasanah. Rebut hati orang, bukan dengan mencaci maki,” ungkapnya. (ar/suaramuhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*