Sumber: muhammadiyahlamongan.com

Lamongan, Liputanislam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan semua pengurus cabang dan ranting perserikatan Muhammadiyah untuk mengembangkan 5 prioritas pengembangan Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Haedar dalam acara Cabang dan Ranting Muhammadiyah Expo di di Pucakwangi Residence, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Sabtu (13/5).

Menurutnya, lima prioritas itu ialah, pertama ideologi dan pemikiran. Menurut Haedar, proses ideologisasi harus kian dipertajam, ditingkatkan dan diteguhkan. Hal tersebut dikarenakan saat ini semakin banyak berbagai ideologi yang mulai melakukan ekspansi dan juga mengancam tubuh bangsa bahkan Muhammadiyah. Walaupun Muhammadiyah harus tetap bertasamuh dengan berbagai kalangan, namun dalam konteks ini, warga Muhammadiyah harus tetap dalam manhaj yang telah digariskan oleh Muhammadiyah.

“Dengan peningkatan ideologi dan pemikiran. Muhammadiyah tetap harus punya karakter yang ada dalam prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Dalam konteks ideologi Muhammadiyah tetap harus memiliki daya saring yang baik. Dalam hal pemikiran Muhamadiyah itu berkemajuan,” ujarnya.

“Kedua, pembinaan kader dan anggota. Mereka harus dibina agar menjadi anggota persyarikatan yang memahami betul apa itu Muhammadiyah dan untuk apa bermuhammadiyah. Dan jangan lupa juga yang ada di AUM juga keluarganya,” tambahnya.

Ketiga, pengembangan amal usaha. Kegiatan pemberdayaan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat pun diharapkan semakin menggeliat di berbagai cabang dan ranting Muhammadiyah. “Jangan malah dimusuhi dan dibilang bukan Muhammadiyah kalau memiliki kekurangan. Justru kalau bukan Muhammadiyah dididik menjadi Muhammadiyah. Maka pimpinan itu harus mampu mengayomi mereka,” tegas Haedar.

Keempat, adalah dakwah komunitas. Menurutnya, Dalam hal dakwah komunitas pendekatan yang diberikan yaitu menyesuaikan dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing komunitas atau kalangan. “Pendekatan-pendekatan untuk kelas atas itu sekarang perlu dan harus ada style tersendiri yang dimiliki. Dan tentu berbeda juga dengan kalangan yang lainnya secara psikologis,” ungkapnya.

Terakhir, prioritas Muhammadiyah ialah terkait dengan peran keumatan dan kebangsaan. Jangan sampai warga cabang dan ranting disibukkan hanya dengan urusan yang tidak strategis dan membuang energi sehingga lupa dengan tugas membesarkan persyarikatan. “Cabang ranting itu harus paham realitas kehidupan di sekitarnya,” ucapnya. (Ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL