Sumber: suaramuhammadiyah.id

Bengkulu, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Haedar Nashir menyatakan bahwa para guru khususnya guru-guru Muhammadiyah harus mampu membangun optimisme pada anak-anak. Ia berharap lembaga pendidikan Muhammadiyah dapat menjadi persemaian tokoh-tokoh bangsa, umat, dan juga persyarikatan, yang  memiliki pikiran besar dan juga jiwa yang besar.

“Guru-guru Muhammadiyah harus mampu membangun optimisme pada diri anak-anak, dengan membina akhlah yang baik dan dinamis, baik harus dinamis, jika baik saja tapi tidak dinamis, maka akan ketinggalan dengan orang lain,” ujarnya pada pengajian dan silaturahmi dengan seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bengkulu, seperti dilansir muhammadiyah.id, pada Kamis (3/5).

Haedar juga berpesan kepada para pimpinan, guru, dan peserta didik agar dapat menjaga spirit Muhammadiyah. Dengan adanya spirit itu maka akan mampu membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang negatif. “Dari sekolah-sekolah inilah, akan lahir kader-kader Persyarikatan yang mampu menjadi tokoh nasional, bahkan tokoh internasional,” ucapnya.

Pada kunjungannya ke Bengkulu tersebut, Haedar juga meresmikan berbagai pusat keunggulan Muhammadiyah Bengkulu, khususnya dalam bidang pendidikan yaitu meresmikan Gedung Laboratorium SMK Argo Maritim Muhammadiyah Bengkulu dan Gedung SMA Muhammadiyah 1 Boarding School Bengkulu.

Sementara Ketua PWM Bengkulu Syaifullah berharap SMK Argo Maritim Muhammadiyah Bengkulu dan SMA Muhammadiyah 1 Boarding School Bengkulu mampu mencetak anak didik berkualitas dan mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya.

“Dinamakan SMK, karena fokus sekolah ini nantinya adalah sebagai laboratorium fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dengan ketersediaan lahan prakteknya berupa hutan pendidikan seluas 2.000 hektar. Sehingga dharapkan SMK Agro Maritim ini mampu menjawab tantangan terhadap ketersediaan tenaga-tenaga terampil yang berbasis agromaritim,” ujarnya. (ar/Suara Muhammadiyah).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*