Sumber: suaramuhammadiyah.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa gerakan Muhammadiyah berbasis pada nilai. Nilai yang  menjadi landasan utama dalam semua aktivitas organisasinya adalah teologi yang bersumber dari ajaran Islam.

“Muhammadiyah berbuat seperti ini atas nama dan untuk Islam. Kita punya nilai. Tidak sekular,” ujar Haedar dalam acara Pengajian Ramadhan yang bertema ‘Jihad Muhammadiyah untuk Mewujudkan Indonesia Berkemajuan’, yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, pada Sabtu  (10/6).

Haedar Nashir mengingatkan agar segenap warga Muhammadiyah untuk benar-benar memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang menjadi pijakan Muhammadiyah. Sehingga nilai-nilai itu menjadi pemandu dalam kehidupan warga Muhammadiyah, bukan hanya sekedar menjadi bahan hafalan.

“Muhammadiyah punya strategi gerakan yang karakternya berbasis teologi keagamaan. Beratus-ratus tahun orang menghafal Al-Ma’un, tapi tidak melahirkan gerakan nyata,” tuturnya.

Menurut Haedar, dengan memahami paham ideologinya, maka warga Muhammadiyah tidak akan mudah terpengaruh dengan beragam situasi sosial keagamaan yang tidak kondusif akhir-akhir ini. Menurutnya, dalam menyikapi apapun, semangat yang diusung Muhammadiyah adalah wasatiyah atau moderat. Selain itu, Muhammadiyah juga lebih senang menghabiskan energinya untuk kerja-kerja produktif membangun pusat-pusat keunggulan menuju peradaban berkemajuan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga wasatiyah dalam berbagai aspek. Dalam hal agama, wasatiyah ditunjukkan dengan pemahaman yang tidak mengabsolutkan kebenaran tunggal. “Tafsir itu tidak qat’iy. Tafsir tidak sama dengan substansi ayat itu. Oleh karena itu, jangan mengabsolutkan tafsir,” ungkapnya. (Ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL