Sumber: suaramuhammadiyah.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Haedar Nashir menentang keras sikap Amerika Serikat (AS) yang mengakui secara sepihak Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menurut Haedar, sikap AS dan Israel itu adalah bentuk penjajahan (kolonialisme) atas negara yang berdaulat Palestina. Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti Aksi Bela Palestina di Jakarta, pada Minggu (17/12).

“Aksi Bela Palestina di Jakarta hari ini yang melibatkan seluruh elemen umat Islam dan warga bangsa maupun aksi-aksi serupa di seluruh tanah air dan mancanegara merupakan pesan kuat kepada dunia bahwa tidak boleh ada tindakan politik sewenang-wenang dari negara mana pun yang menduduki atau menetapkan satu kawasan sebagi wilayahnya seperti dilakukan Israel didukung AS, karena hal itu merupakan sikap politik ala kolonialisme,” ujarnya.

Haedar menyampaikan, bahwa di era dunia modern yang menjunjung tinggi demokrasi, kedaulatan negara-bangsa, dan prinsip-prinsip kemerdekaan serta hukum universal sekarang ini, ternyata masih ada saja negara yang mau menduduki daerah atau kawasan lain yang bukan miliknya. Ini sungguh ironi.

“Itu namanya tragedi abad 21. Tidak boleh ada satu negara atau kekuatan mana pun yang sewenang-wenang mencaplok, menginvasi, mengagresi, dan menduduki negara atau wilayah lain,” tegasnya.

Ia mengatakan, bahwa tidak boleh ada pihak mana pun mematikan hak-hak dasar rakyat yang berhak untuk hidup merdeka dan berdaulat seperti halnya bangsa Palestina yang puluhan tahun sejak 1948 dirampas kedaulatannya oleh rezim Zionis Israel yang mendirikan negara secara tidak sah dan mengusir bangsa setempat dengan dukungan negara-negara adidaya.

Oleh karenanya, Haedar mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama melawan tindakan kesewenang-wenangan Amerika dan Israel atas bangsa Palestina itu. “Jika itu terus dilakukan maka dunia berarti membiarkan Neokolonialisme dan Neoimperialisme hadir di abad dunia modern. Semua harus bersatu melawannya,” serunya. (Ar/Suara Muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*