Sumber: suaramuhammadiyah.id

Mataram, Liputanislam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan pesan penting kepada anak muda khususnya para mahasiswa perguruan tinggi. Pesan tersebut berupa lima poin yang dapat dijadikan bekal untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan ini. Hal itu ia sampaikan pada acara Sidang Senat Terbuka wisuda Universitas Muhammadiyah Mataram, NTB, pada Sabtu (8/9).

Pertama, berkarakter religius. Jika ingin sukses, menurut Haedar, maka siapa pun harus terus mengasah dan meningkatkan mentalitas religius atau jiwa spiritualitas. Jiwa kesalehan itu terumuskan dalam konsep Islam, Iman dan Ihsan. “(Apapun) Itu harus berbuah pada jiwa kesalehan. Jika tidak bermuara pada kesalehan, maka akan jadi genangan ruhaniah semata,” ucapnya.

Menurutnya, saleh itu orang yang hatinya selalu lurus, sekaligus selalu peka pada lingkungan. Kita harus jadi orang baik, amanah, jujur dan tepercaya. “Seperti yang banyak kita lihat sekarang orang sukses, tetapi digiring KPK masuk penjara Sukamiskin. Itu karena hilang sikap jujur dan amanah. Itu berarti hilang kesalehan,” ungkapnya.

Kedua, harus jadi orang cerdas berilmu. Apalagi, bangsa ini masih harus mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Dengan bekal SDM yang cerdas dan berilmu, diharapkan bangsa Indonesia akan mampu berdaya saing. “Kompetisi global menuntut kita untuk menjadi orang yang cerdas dan berilmu, dengan ini kita akan mampu memenangkan persaingan antar bangsa. Sebagai bangsa, kita terus mengasah kecerdasan dan terus memperkaya ilmu,” ujarnya.

Ketiga, anak muda harus bisa mandiri dan beretos kerja tinggi. Kemandirian akan menjadikan umat Islam punya marwah dan bisa menjadi rahmat bagi manusia lainnya. “Generasi ini jadi mandiri berani berpijak di kaki sendiri, sekaligus etos kerja. Gagal, lakukan lagi, gagal kedua lakukan lagi, gagal ketiga lakukan lagi, jalan keberhasilan pasti dicapai,” imbuh Haedar.

Sementara yang Keempat, ialah menjadi ahli dan profesional di bidangnya. “Selama kuliah, sudah didik untuk jadi ahli di bidang masing-masing. Diajarkan untuk menguasai bidang ilmunya. Maka, tugas selanjutnya adalah memperdalam apa yang ditekuni. Masa depan milik orang-orang berkeahlian.

“Jadi, harus selalu beri nilai tambah keahlian kita, yakinlah kita akan dapatkan yang lebih baik,” tambahnya.

Dan yang Kelima, adalah memiliki tanggungjawab sosial. Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri dan abai pada sekitarnya. Manusia tidak bisa lepas dari lingkaran hidup, berupa keluarga, masyarakat, bangsa, bahkan dunia. “Setiap lulusan PTM harus punya peran sosial kemasyarakatan dan memiliki pertanggungjawaban sosial yang tinggi,” ucap Haedar. (ar/suaramuhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*