Sumber: antarafoto.com

Jakarta, Liputanislam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mendapat kehormatan saat menghadiri peringatan hari ulang tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72 dan syukuran pemberian gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI, Lafran Pane di Jakarta pada Selasa (5/2). Presiden Jokowi dihadiahi kain Ulos khas Batak langsung dari Ketua KAHMI Akbar Tandjung dan Putra Lafran Pane, Iqbal Pane.

Ketua Dewan Penasihat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Akbar Tandjung mengatakan bahwa pemberian Ulos itu sebagai tanda terima kasih HMI karena pemerintah telah menetapkan pendiri HMI, Lafran Pane, sebagai pahlawan nasional. Lafran Pane merupakan sosok aktivis pergerakan yang lahir di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“Ulos ini begitu tinggi (nilainya). Bupati Tapanuli Selatan khusus datang ke sini,” ujarnya.

Menurut Akbar, Jokowi secara tidak langsung telah menjadi saudara bagi Lafran dan orang-orang Tapanuli Selatan setelah memiliki menantu, Bobby Nasution, yang juga berdarah Tapanuli. “Jokowi dan Lafran memiliki kesamaan, yakni pernah menuntut ilmu di Universitas Gadjah Mada (UGM). Jadi Pak Jokowi satu almamater dengan Pak Lafran Pane,” ungkapnya.

Sementara Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya dirinya memang sudah yakin untuk memberikan gelar tersebut, namun dia semakin yakin setelah mendapat masukan dari Akbar Tandjung. “72 Tahun lalu, Pak Lafran Pane memprakarasai berdirinya HMI. Dan tahun lalu kita tetapkan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional,” ucapnya.

Lafran Pane lahir di Kampung Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 12 April 1923. Penetapan secara resmi terhadap Lafran Pane sebagai pendiri HMI dilakukan di Kongres XI HMI tahun 1974 di Bogor. (aw/tempo/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*