Sumber: indragiripos.com

Pekanbaru, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Riau, Purwaji membenarkan bahwa pihaknya memang menghadiri acara  Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan yang diadakan Masyarakat Tionghoa Pekanbaru pekan lalu. Hal itu disampaikan Purwaji di Pekanbaru, Riau, seperti dilansir detik.com, pada Kamis (12/10).

“Kami dari GP Ansor memang hadir di acara itu untuk menghadiri undangan resmi dalam pergelaran budaya Tionghoa di Pekanbaru,” ucapnya.

Sementara menanggapi adanya protes dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau karena menilai bukan budaya lokal, Purwaji menjelaskan bahwa Festival Kue Bulan tersebut hanyalah sebuah tradisi yang tidak terkait dengan agama. Kehadiran GP Ansor juga dalam konteks kebhinekaan.

“Kita mendorong selama ini kebhinekaan. Justru di forum-forum seperti itulah kita bisa hadir untuk menjalin hubungan keharmonisan sesama anak bangsa. Tidak perduli apa agamanya, karena itu adalah kegiatan kebudayaan,” terangnya.

“Kita sama anak Indonesia memberikan dukungan positif untuk berkembangnya tradisi masyarakat budaya lokal masing-masing. Ini tentunya dalam konteks kebhinekaan. Saya pikir tidak ada yang salah dalam acara tersebut,” tambahnya.

Sedangkan terkait soal visi Riau 2020 menjadikan Riau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya Melayu, Purwaji menyampaikan sudah semestinya hal itu juga mengakomodasi tradisi dan kebudayaan lain yang berkembang di masyarakat.

“Untuk kegiatan yang mendorong kegiatan kebudayaan Melayu kan sudah sangat banyak. Sehingga kebudayaan lain, baik dari Batak, Tionghoa, Minang yang bertumbuh kembang di Riau juga tidak ada salahnya mendapat perhatian, walau porsinya tentu tetap lebih besar kebudayaan Melayu-nya,” kata Purwaji. (Ar/Detik).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL