Sumber: nu.or.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan akan pentingnya persatuan kita sebagai sesama anak bangsa. Menurutnya, persatuan dan kerjasama antar semua elemen bangsa, baik masyarakat, ulama, dan pihak keamanan harus dilakukan dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ulama adalah benteng ideologi, sedangkan TNI-Polri adalah benteng NKRI. Mari kita bersatu. Persatuan ulama, TNI-Polri, tidak akan ada yang bisa menggoyahkan negeri ini,” tegasnya pada saat memberikan tausiyah di acara buka puasa bersama dengan TNI di Kodim 0710 Pekalongan, Jawa tengah, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (20/5).

Habib Luthfi menyampaikan, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) harus dekat dengan perangkat desa. Penguasaan wilayah harus dikuasai, babinsa tidak boleh kecolongan dalam menjaga stabilitas keamanan. Intelijen juga harus berjalan, termasuk peran serta intelijen dari masyarakat.

“Masyarakat harus mempunyai Intelijen, apabila masyarakat mempunyai Intelijen saya yakin bom-bom tidak akan terjadi di negara kita. Para ulama harus mempunyai peran besar dalam menciptakan kondisi yang aman dan tenteram,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa cinta tanah air atau nasionalisme ada dalilnya, bahkan telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  “Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya? Nabi Muhammad SAW mengatakan, aku cinta Arab karena aku adalah bangsa Arab,” ungkapnya.

“Walau hanya sebutir pasir yang ada di atas tanah air ini, akan kita jaga mati-matian,” tegas Habib Luthfi. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*