Sumber: dream.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah Annahdliyyah (Jatman), Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mengajak masyarakat Indonesia untuk belajar toleransi seperti yang dicontohkan oleh Sunan Kudus. Menurutnya, waktu itu Sunan Kudus melarang menyembelih sapi karena menghormati umat Hindu yang mendewakan sapi.

“Sunan Kudus yang karena kearifannya, lebih mementingkan persatuan masyarakat lokal daerah Kudus,” ungkapnya pada Halal bi Halal Nusantara di Majlis Taklim Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (31/7).

Habib Luthfi menjelaskan bahwa Sunan Kudus lebih memilih menyembelih hewan lain. Sebab, bagi umat Hindu sapi itu diposisikan sebagai hewan yang dihormati dan dikeramatkan. Kalau Sunan Kudus jadi memotong sapi, kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran Poncowati akan tersinggung.

“Agar dapat diselesaikan dengan damai, Sunan Kudus mengeluarkan kebijakan untuk tidak memotong sapi,” paparnya.

Suatu hari, lanjut dia, Pangeran Poncowati datang menanyakan apakah larangan menyembelih sapi oleh Sunan Kudus, adalah ajaran Islam? Sunan Kudus mengatakan bahwa dalam Islam sapi bukanlah binatang yang diharamkan. Munculnya larangan itu sebagai penghormatan kepada pemeluk agama Hindu yang menganggap sapi sebagai binatang yang harus dihormati.

“Akhirnya Poncowati memeluk Islam dan menyerahkan wilayah kerajaan itu kepada Sunan Kudus,” katanya.

“Karena kebijaksanaan Sunan Kudus, di lokasi kerajaan itu dibangun masjid yang sekarang dikenal dengan masjid Menara Kudus,” tambah Habib Luthfi. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*