Sumber: nu.or.id

Pekalongan, Liputanislam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengatakan, demi ulama dan negara pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) jangan takut dibully. Sebagai kader ulama yang sudah teruji militansinya, Ansor dan Banser harus tampil terdepan untuk selalu membela ulama dan NKRI.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut kegiatan PKD III dan Diklatsar IV PAC GP Ansor Tirto yang bertema “Satu Komando Bela Negara, Satu Barisan Merawat Tradisi Aswaja dan Satu Tekad Untuk NKRI” di Pekalongn, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (5/2).

“Kita harus satu komando untuk selalu mengawal NKRI dan ulama di bumi nusantara. Ansor dan Banser tidak boleh bertindak di luar Standart Operating Procedure (SOP) yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi Pemuda Ansor dan Banser merupakan bentuk pengabdian kepada ulama dan bangsa. “Sebagaimana yang telah didawuhkan oleh Mbah Hasyim Asy’ari selaku Muassis NU. Artinya awal mengabdi untuk NKRI dan Ulama adalah lewat Banser dan dari Diklatsarlah awal mula menjadi Banser,” ucapnya.

Sementara Kepala Pasukan Khusus Banser NU (Densus 99), Habib Badruzzaman menyatakan bahwa menjadi Banser harus siap dibully. Walaupun yang dilakukan itu benar, tapi belum tentu semua orang menganggap benar. “Maka jadi Banser harus tahan atas segala cobaan, ujian serta bullyan,” tegasnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*