Sumber: dutaislam.com

Demak, LiputanIslam.com– Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai paham khilafah yang belakangan ini semakin gencar digaungkan  oleh ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, pemerintah harus bersikap tegas terhadap HTI, karena dapat membahayakan negara. Hal tersebut disampaikan KH Yahya  saat berada di Demak, pada Minggu (2/4).

KH Yahya Cholil atau yang biasa disapa Gus Yahya itu meminta pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM  untuk mencabut kembali SK yang diberikan kepada HTI pada era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya mengharap pemerintahan sekarang segera mencabut kembali SK Kemenkumham HTI sebelum membahayakan negara kita,” ucapnya.

Gus Yahya juga mendukung langkah kelompok masyarakat yang menolak kegiatan HTI. Karena menurutnya, paham khilafah  HTI tersebut bertentangan dengan undang-undang, dan sudah mengarah pada  rencana  mendirikan negara syariah di Republik Indonesia. “Saya sependapat dengan aksi ormas yang selalu meboikot kegiatan HTI di manapun, karena dia sudah keluar dari aturan bangsa ini. Dia (HTI) ingin mendirikan negara dalam negara, maka bisa dihukumi subversi,” tegasnya.

Gus Yahya mengingatkan, bahwa pembentukan negara Indonesia melibatkan banyak tokoh maupun elemen bangsa yang terdiri atas politisi, ulama, militer, kepolisian, negarawan dari seluruh tanah air. Pembentukan negara ini melewati proses yang sangat panjang karena masyarakat bangsa ini sangat majemuk.

Karena itulah, ia menyampaikan bahwa sikap HTI yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara, juga tidak mengakui UUD ’45, Bhineka Tunggal Ika, serta NKRI, harus di waspadai. Gus Yahya juga meminta warga NU untuk mampu mengantisipasi kegiatan HTI. “Kalau sudah menolak, warga NU juga harus ikut mengantisipasi seluruh kegiatan HTI,” tuturnya. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL