Sumber: news.kaffah.net

Jakarta, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengajak semua pihak baik umat Islam maupun kelompok di luar Islam untuk menghilangkan rasa saling curiga. Sebab, menurutnya perasaan saling curiga hanya akan membuat kita mudah dipecah belah.

“Antar kelompok Islam dan antar kelompok di luar Islam kira harus memelihara hubungan. Kita harus menghilangkan rasa saling curiga,” ajak Gus Sholah pada saat memberikan tausyiah di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, seperti dilansir republika.co.id, pada Selasa (2/1).

Menurutnya, untuk ke depan kita sebagai umat beragama harus menghindari sikap saling menghakimi satu sama lain. Kita hendaknya saling menghormati dan menghargai. “Kalau kita saling menyerang maka akan timbul perang kata-kata yang berpotensi untuk memecah kita semua,” ucapnya.

Apalagi tahun 2018, lanjut dia, adalah tahun politik. Kepercayaan dan saling hormati sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga persatuan antar sesama anak bangsa. keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih penting dari segalanya.

Pada kesempatan itu, Gus Sholah juga menepis pandangan beberapa pihak yang menilai tahun 2017 sebagai  awal munculnya islamofobia di Indonesia. “Jadi ada yang berpendapat seperti itu. Mudah-mudahan itu tidak benar. Dan jika benar, mudah-mudahan disadari oleh pihak pemerintah,” ungkapnya. (Ar/Republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*