Sumber: nu.or.id

Bandung, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menilai bahwa kemajuan di era digital saat ini memiliki tantangan yang beragam. Oleh karena itu, ia meminta para pengasuh pondok pesantren dan para kiai agar memberikan bimbingan kepada para santri dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Oleh karena itu para pengasuh pesantren harus berani mengambil kebijakan demi menyelamatkan santrinya,” ucapnya saat membuka Pelatihan Dakwah Milenial di Pesantren Al Falah 2 Nagreg Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (13/3).

Menurutnya, pesantren harus membimbing santri agar bermedsos dan menggunakan gadget dengan baik, jika perlu harus ada kurikulum khusus. “Agar mereka dapat mencari referensi yang tepat, kemudian mengolahnya dan melahirkan konten yang damai dan ramah bagi dirinya dan bangsa,” ucapnya.

Sementara pada hari yang sama, Pengurus Wilayah RMI Jawa Barat juga  menyelenggarakan kegiatan forum diskusi dengan tema “Merajut dan Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dan Keagamaa,”. Salah seorang peserta Cecep Muhammad Muhsin mengatakan bahwa kegiatan diskusi tersebut sangat bermanfaat untuk memperkokoh pemahaman mengenai nilai-nilai Kebangsaan dan keagamaan di era globalisasi sekarang ini.

“Acara ini bertujuan untuk memperkokoh pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di generasi milenial ini. IPNU dan IPPNU serta santri adalah pemegang peranan yang sangat penting di era globalisasi di gital ini,” ungkapnya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*