Sumber: nu.or.id

Semarang, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri  (Gus Mus) menerima penghargaan Upakarti Parama Bhujangga dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah. Gus Mus dinilai telah memberikan kontribusi besar di bidang kesusastraan Indonesia.

Rektor Unnes Prof Faturrokhman mengatakan bahwa penghargaan itu diberikan karena Gus Mus dinilai telah berkontribusi nyata dalam bidang sastra dan budaya Indonesia. “Gus Mus itu seorang ulama, budayawan, sastrawan. Beliau aset nasional yang (berhasil) menembus dunia, dan itu sekarang mulai jarang,” ucapnya pada peringatan Dies Natalis ke-53 Unnes, Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (30/3).

Menurut Faturrokhman, nilai yang dimiliki Gus Mus dapat dilestarikan salah satunya dengan melalui penghargaan. Ia juga berharap segenap masyarakat Indonesia dapat mengikuti jejak Gus Mus dalam mengembangkan dan memajukan sastra di Indonesia. “Biar menjadi motivasi agar diikuti sastrawan, budayawan di Indonesia,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Unnes juga memberikan penghargaan Upakarti Prabaswara Mandala kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Hendrar dinilai telah berkontribusi dalam menciptakan kawasan hijau di Semarang. “Award agar menjadi inspirasi bagi wali kota lain di Indonesia,” ujar Fatur.

Sementara dalam sambutannya, dengan rendah hati Gus Mus mengatakan bahwa penghargaan itu terlalu berlebihan baginya. Namun penghargaan justru tepat untuk Hendrar Prihadi. “Untuk Wali Kota itu pas, kalau untuk saya sendiri itu lebay,” canda Gus Mus disambut tawa hadirin.  (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL