Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan bahwa kita boleh berteman non-muslim. Ia menyatakan bahwa tidak menjadi persoalan jika seorang Muslim ‘bermesra’ atau berbaik-baik kepada Non-Muslim selama mereka tidak memerangi umat Islam.

“Kita berbaik-baik ndak papa, ndak masalah kepada mereka yang tidak memerangi kita, tidak mengusir kita,” ungkap Gus Mus, seperti dilansir NU Online, pada Senin (2/4).

Sebaliknya, menurut Gus Mus, jika ada Non-Muslim yang mengusir atau menjajah umat Islam maka mereka harus diperangi. “Tapi kalau mereka memerangi kita, mengusir kita, menjajah kita, kita harus melawan,” ujarnya.

Ia mengisahkan bahwa pada zaman Nabi SAW, yang tidak ikut berperang maka tidak boleh dibunuh. “Itu ndak boleh, yang gak ikut perang terus dibunuh. Ndak ada. Perempuan, anak-anak ndak bisa. Meskipun dia orang kafir karena dia tidak ikut perang,” terangnya.

Gus Mus menambahkan, hal ini sesuai dengan QS. Al-Mumtahanah ayat 8: Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL