Sumber: nu.or.id

Semarang, Liputanislam.com– Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menjelaskan bahwa makna saleh itu berasal dari kata shalaha atau shaluha yang berarti pantas. Kesalehan berarti kepantasan seseorang. Oleh karena itu, menurutnya kesalehan setiap orang berbeda-beda sesuai dengan profesinya masing-masing.

Hal itu disampaikan Gus Mus pada acara Tumpengan Merah Putih yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di kota Semarang, pada Minggu (30/9). Tampak hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Kepantasan seseorang itu berbeda-beda. Jangan dikira saleh itu dibayangkan hanya dengan sosok kiai. Kalau saleh itu hanya kiai, lalu yang lain bagaimana? Polisi, pegawai dan profesi-profesi yang lain berarti tidak kebagian saleh?” Tanya Gus Mus.

Ia mencontohkan, jika seorang gubernur kebanyakan wirid dan i’tikaf itu bisa menjadi tidak baik (tidak pantas) karena gubernur dibutuhkan masyarakat dan harus siap sedia. Gubernur itu melayani masyarakat. “Sebaliknya, seorang kiai juga tidak baik sering bermain di kantor gubernur, mau ikut tender? Katanya.

Acara Tumpengan Merah Putih tersebut dimeriahkan dengan beberapa sajian seni dan budaya seperti tari-tarian adat oleh para mahasiswa, orasi kebangsaan dan kebudayaan, musik, serta pembacaan puisi kebangsaan yang dibawakan oleh Sosiawan Leak.  (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*