Sumber: visiteiffel.com

Jombang, Liputanislam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan semua pihak agar tidak menyeret agama untuk kepentingan politik praktis. Sebab, jika itu dilakukan, maka dapat merugikan agama Islam sendiri. Bahkan sebagai contoh, Suriah rusak dan hancur karena agama digunakan untuk kepentingan politik.

“Dalil tidak digunakan pada tempatnya. Bisa-bisanya surat Al Maidah ditarik ke politik, perkara lima tahun sekali kok dibelain sampai kayak mau kiamat, padahal lima tahun lagi akan ada pemilihan baru,” katanya pada acara Haul ke-3 KH Aziz Manshur di Pesantren Pacul Gowang, Diwek, Jombang, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (7/11).

Menurut Gus Mus, saat ini banyak politikus yang menarik-narik agama ke politik. Allah dibawa-bawa ke ranah kampanye. Mereka menggunakan dalil-dalil Al-Qur’an untuk menjatuhkan lawan politik. Ayat suci tersebut digunakan untuk membenarkan tindakannya. Bahkan karena saking fanatiknya pada pilihan politik sampai-sampai merusak persaudaraan. Kakak dan adik tidak lagi akur. Sama tetangga tidak berteguran karena beda pilihan.

“Jadi saya tidak terlalu percaya kalau politikus suka dalil-dalil, kepentingan sesaat. Bahayanya kalau seandainya dalil lima tahun lalu berbeda dengan tahun sekarang. Karena keadaan politik, padahal jejak digital itu kejam. Malah kelihatan tidak konsisten, dulu mengharamkan tapi sekarang membolehkan,” ucapnya.

Gus Mus juga heran saat ini ada kelompok Islam gerakan kembali ke Al-Qur’an dan Hadits, tapi kerjanya hanya demo-demo, teriak-teriak, dan merasa diri paling benar. Oleh karena itu, Gus Mus mengajak semua pihak agar kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits dengan cara mengaji di pesantren, mengaji kepada ahlinya.

“Maulid nabi dan Haul kalau bisa setiap malam, biar tidak lali (lupa-red) sama kebaikan nabi dan kiai. Biar tidak ada lagi istilah nabi dawuh ngulon (barat), orangnya malah ngetan (timur). Sudah salah, ditambahi takbir lagi. Kembali ke Al-Qur’an itu ya ngaji, kembali ke pesantren,” tandasnya. (ar/NU Online).

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*