Sumber: nu.or.id

Bandung, LiputanIslam.com– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU ), KH Ahmad Ishomuddin atau biasa disapa Gus Ishom mengingatkan bahayanya perilaku curang (fraud) dan korup. Salah satu penyebab hal itu karena lemahnya integritas moral berupa lenyapnya rasa malu dan hilangnya keimanan pada orang yang menganut agama.

“Ditambah lagi dengan orientasi hidup manusia yang rakus dan senang berfoya-foya serta hanya tertuju kepada harta benda dunia untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kroninya, menambah korupsi semakin merajalela,” ujarnya saat memaparkan materi “Peran Agama dalam Pencegahan Fraud” National Anti Fraud Conference (NAFC) 2018 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (20/7).

Menurut Gus Ishom para koruptor melakukan korupsi itu karena mereka tidak peduli kepada kemaslahatan umum dan menganggap harta milik rakyat itu sebagai harta miliknya. Mereka juga tidak peduli pada aturan agama yakni halal dan haram. “Padahal ulama mengingatkan bahwa dunia hanyalah washilah (sarana) dan bukan ghayah (tujuan),” ucapnya.

Perilaku curang dan korup, lanjutnya, terjadi bukan hanya karena ketamakan semata, tetapi karena hilangnya keteladanan, karena perilaku atasan yang melakukannya sendiri atau minimal melakukan pembiaran terhadap bawahannya yang berbuat curang dan korupsi.

“Padahal semestinya atasan bisa menjadi panutan yang terlihat (transparan) bagi setiap bawahannya. Apabila kalangan atas melakukan fraud, suap menyuap, atau korupsi maka hal itu akan berpengaruh buruk ke bawah dan mendorong jajarannya melakukan hal yang sama,” katanya.

“Faktor mental baik dari pejabat berwenang dan pengusaha paling menentukan atas perbuatan terkutuk tersebut bila dilakukan secara kolusi demi meraih ‘keuntungan’ harta haram yang sebesar-besarnya. Korupsi dan suap menyuap semakin sulit dicegah dan semakin parah karena oknum pejabat yang ingin kolusi mendapatkan gayung bersambut dari oknum pengusaha dengan pemberian suap atau imbalan,” terang Gus Ishom. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*