Sumber: nu.or.id

Jombang, Liputanisalm.com– Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah  Diwek Jombang, KH Akhmad Kanzul Fikri (Gus Fikri) mengajak para generasi muda untuk terus menulis dan belajar. Menurutnya, menulis itu harus dengan niat baik dan sebagai jalan dakwah. Hal itu ia sampaikan di kediamannya di Jombang, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (30/12).

“Cara mudah menulis di media massa pertama yaitu angkat tema yang sedang trending. Kedua, ketahui segmentasi, peraturan dan gaya bahasa dari media yang hendak kita kirim tulisan. Ikuti peraturan dari Redaktur. Dan paling penting jangan patah arang ketika tulisan tidak dimuat. Teruslah mempertajam dan mengasah kualitas tulisan,” ucapnya.

Gus Fikri menjelaskan bahwa banyak sekali manfaat menulis, salah satunya yaitu perasaan senang ketika tulisan dimuat oleh media massa. “Sekarang sudah ada puluhan artikel di koran, buletin, dan beberapa buku Nasional. Semua saya nikmati dengan indah dan harus punya niat baik,” ungkapnya.

Tentunya dalam menulis jangan lupa niat dakwah. Karena Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, dakwah terbagi menjadi dua, yakni bil kalam dan bil qolam. Dan menulis adalah kategori dakwah bil Qolam.

“Menulis harus di niati sebagai dakwah. Menyampaikan kebenaran dan kebaikan. Beberapa buku saya diterbitkan penerbit Yudhistira dan Erlangga hingga menjadi rujukan banyak sekolah. Di situ saya membahas tentang Fiqih, Al-Quran Hadits, Aqidah Akhlaq dan Bahasa Arab untuk tingkat MTs dan MA,” terangnya.

“Menulis memberi manfaat kecerdasan otak, ingatan yang tajam, melatih daya nalar dan mencegah kepikunan. Anak muda jangan takut menulis, malah lebih baik menulis. Muda biasanya ada ide yang segar dan fresh,” tambahnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*