Sumber: fokustoday.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) mengingatkan masyarakat agar memiliki filter/penyaringan terhadap berbagai informasi dan tokoh di media sosial (Medsos). Sebab, menurutnya, kehidupan beragama sering kali berbanding terbalik dengan kehidupan nyata. Terkadang ada ahli ibadah, tetapi lalai dan menyebar berita bohong.

“Banyak lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat tapi rendah hati bagai sufi,” tulis Gus Ali dalam akun twitternya, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Kamis (9/5).

Menurutnya, perangai lemah lembut merupakan salah satu bentuk kesalihan. Namun demikian, semua itu kembali lagi pada perilaku nyata orang tersebut. “Bersikap lemah lembut kepada sesama merupakan salah satu bukti keshalihan seseorang dalam dimensi kemanusiaan,” ungkapnya.

Seseorang akan bernasib baik selama dia bersikap lemah lembut kepada sesama. “Kita butuh Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,” tambahnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*