JawaPos

JawaPos

Surabaya, LiputanIslam.com – Banyak sosok guru inspiratif yang memulai perjuangan hidupnya dari bawah. Salah satu diantaranya adalah Mudzakkir Hafidh. Ia saat ini mengajar Pendidikan Agama Islam di SDN Menanggal, Surabaya. Untuk mencapai posisinya saat ini sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum tidaklah mudah. Ia bekerja keras demi memperbaiki hidupnya.

Tahun 1994 merupakan sejarah bagi Mudzakkir. Pasalnya keinginan kuat untuk merubah hidupnya dijalani dengan susah payah dan dari bawah. Ia mengawali kehidupannya di Surabaya dengan menjadi penjaga toilet di daerah Tambaksari, seperti dilansir dari jawapos.com.

Pria asal Glagah, Lamongan ini kemudian beralih profesi menjadi buruh pabrik kayu di daerah Margomulyo, setelah setahun bergulat dengan kebersihan toilet. Disinilah cita-citanya yang sudah lama dipendam karena ketiadaan biaya bisa terwujud. Ia akhirnya bisa kuliah di IAIN Sunan Ampel (Saat ini UIN Sunan Ampel) dan memilih jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di fakultas Tarbiyah.

Demi mewujudkan cita-citanya menjadi sarjana, Mudzakkir kerja keras. Pagi berangkat kuliah, dan sorenya bekerja hingga malam hari.

Akhirnya ujian datang pada Mudzakkir, saat tengah giat bekerja sambil kuliah kabar duka datang dari kampung halaman. Ayahnya meninggal dunia sehingga ia harus pulang ke Lamongan dan ikut membantu memenuhi kebutuhan ibunya. Tak berhenti sampai disitu, kesedihannya bertambah karena pabrik kayunya di demo besar-besaran hingga dengan sangat terpaksa Mudzakkir keluar dari pekerjaannya. Hidupnya limbung tanpa pekerjaan. Disaat itulah pertolongan datang. Ia ditawari untuk menjadi penjaga masjid. Dinilah pertolongan Tuhan datang menyelamatkan hidup dan cita-citanya.

Dengan menjadi petugas masjid, networkingnya semakin luas. Selain mengurus masjid, les privat mengaji pun mulai berdatangan karena ia dikenal sebagai aktivis masjid. Akhirnya jerih payahnya terbayar sudah, pada tahun 1999 ia lulus kuliah. Meskipun telah meraih gelar sarjana, ia belum mendapatkan pekerjaan tetap hingga harus berjualan obat-obatan generik, berjualan kapas, sandal, dan barang-barang lainnya yang bisa memberinya pemasukan.

Pada tahun 2004 inilah titik balik kehidupan Mudzakkir. Ia diterima sebagai guru di SD Islam Raudlatul Jannah. Tak menunggu waktu lama dalam waktu 1,5 tahun Mudzakkir langsung diangkat jadi kepala sekolah lantaran mampu membesarkan SD Islam tersebut. Ia sangat gigih berkomunikasi dengan TK dan orang tua untuk membesarkan sekolah tersebut.

Perjuangannya berbuah manis kembali karena pada tahun 2009 ia diterima sebagai PNS setelah menanggalkan jabatannya sebagai kepala sekolah. Ibunya berharap anaknya bisa mengajar di sekolah umum dan tetap mengajar agama.

Perjalanan hidupnya selalu diisi kesuksesan karena perjuangan yang gigih. Ia terpilih menjadi satu-satunya guru pendidikan agama Islam dari Jawa Timur yang lolos mengikuti kursus singkat yang di gagas oleh Kemenag RI di Universitas Oxford.

Bukan kali ini saja Mudzakkir melakukan studi banding ke luar negeri. Tercatat beberapa negara seperti Australia, Singapura dan Thailand pun telah dikunjunginya untuk mengembangkan metode pembelajarannya di SDN Menanggal. Bahkan ia tak sungkan untuk merogoh koceknya sendiri untuk keluar negeri demi mendapatkan ilmu baru, seperti yang direncanakannya beberapa waktu yang akan datang ke Brunei Darussalam.

Tak heran jika perjuangan hidupnya itu berbuah manis dengan mendapatkan penghargaan sebagai guru agama Islam terbaik se-Jatim dan juara dua dalam lomba apresiasi guru PAI Nasional. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*