illustrasi/nu-lampung.or.id

illustrasi/nu-lampung.or.id

Bekasi, LiputanIslam.com – Pendidikan agama Islam yang penuh toleransi, menyebarkan kasih sayang, dan moderat berupaya dijadikan arus utama dalam materi pembelajaran agama Islam di sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Kementerian Agama fokus meningkatkan pemahaman dan paradigma guru- guru agama Islam di sekolah agar mengedepankan pengajaran agama yang membentuk karakter siswa dan membangun toleransi terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya.

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan modul pelatihan guru “Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Rahmatan Lil Alamin untuk Sekolah”. Peluncuran modul oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam acara pembukaan Pentas Pendidikan Agama Islam Ke-7 di Bekasi, Selasa (11/8). Acara dua tahunan tersebut merupakan kegiatan lomba keterampilan dan seni bagi siswa yang mengikuti pendidikan agama Islam di jenjang SD-SMA/ SMK, seperti diberitakan kompascom.

“Modul pembelajaran ini semoga bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah terhadap nilai dan ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin,” kata Lukman. Secara simbolis, modul diserahkan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Ahmadi.

Menurut Lukman, modul pelatihan itu dibutuhkan agar semua guru PAI punya pemahaman dan paradigma sama, bukan cuma substansi materi, melainkan juga metodologi cara ajar. Para guru PAI perlu pelatihan. Karena itu, modul akan disebar.

Bekal pemimpin

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan, penting membekali para siswa sekolah yang akan menjadi pemimpin bangsa dengan pemahaman keagamaan yang damai, toleran, dan menghargai keragaman. Secara praktis, Kemenag terus berupaya meningkatkan mutu PAI di sekolah, salah satunya dengan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler melalui Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) nasional.

Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag Amin Haedari mengatakan, ada sekitar 200.000 guru agama Islam di sekolah. Pelatihan dilangsungkan secara bertahap dimulai di jenjang SMA/SMK di beberapa provinsi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL