Sumber: pedomanbengkulu.com

Bengkulu, LiputanIslam.com– Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dianugerahi gelar kehormatan Datuk Rajo Nan Babangso dari Lembaga Adat Kota Solok Sumatera Barat. Pemberian gelar tersebut karena Rohidin dinilai mampu merangkul perantauan Minang dan juga turut melestarikan budaya-budaya Minang.

“Terdapat berbagai komunitas kesukuan di Bengkulu, saya tegaskan ini bukanlah untuk sekat-sekat dalam bermasyarakat. Kita mengapresiasi seluruh bentuk budaya yang beragam ini untuk tetap tumbuh di Bumi Raflesia, ada komunitas Jawa ada Minang dan banyak lagi, ini kekayaan kita,” ucapnya di Bengkulu, seperti dilansir pedomanbengkulu.com, pada Selasa (26/3).

Menurut Rohidin, setiap suku di Bengkulu merupakan keluarga yang diberikan kebebasan berekspresi. Apalagi soal pelestarian adat dan budaya kemudian berpadu di Bengkulu, dipercaya akan menjadikan warna baru dan menjadi kekayaan budaya Bengkulu.

“Saya membaca, ada pepatah ‘terkurung maunya di luar, terhimpit maunya di atas’, ini kan sejatinya mempunyai makna motivasi gigihnya perantauan yang tak mau menyerah dengan kondisi. Makna-makna falsafah seperti ini, yang sempat dikonotasikan negatif harus kita luruskan. Tentunya bisa mulai melalui komunitas-komunitas ini,” ungkapnya.

Sementara Wakil Walikota Solok, Reiner Datuk Intan Batuah mengapresiasi Pemprov Bengkulu yang mengakomodir pembangunan Rumah Gadang sebagai sekretariat Ikatan Keluarga Solok. “Rumah Gadang ini sebetulnya rumah adat Minangkabau, yang ternyata dibangun di Bengkulu oleh kebijakan gubernur. Ini tentu kehormatan bagi kami,” tuturnya. (aw/pedomanbengkulu).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*