Sumber: nu.or.id

Pasaman Barat, LiputanIslam.com–Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat (GP Ansor Sumbar) mendeklarasikan penolakan terhadap paham radikal dan terorisme. Deklarasi tersebut diikuti Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, di Masjid Al-Ikhlas Sidodadi Kecamatan Kinali,Pasaman Barat, Sumatera Barat, seperti dilansir nu.or.id, pada Selasa (18/7).

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Padang Pariaman  Zeki Aliwardana menjelaskan, bahwa deklarasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, GP Ansor tidak akan membiarkan kelompok manapun yang ingin merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ansor tidak ingin negara ini dicabik-cabik oleh kelompok yang datang kemudian untuk menghancurkan dengan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila sehingga merongrong keutuhan NKRI. Karena Ansor amat menyadari negara dan bangsa Indonesia didirikan dan dipertahankan oleh para pendahulu dengan pengorbanan pikiran, fisik, tetesan darah para ulama, santri dan komponen bangsa Indonesia lainnya,” ujar Zeki.

Hal senada juga disampaikan Ketua PC Pasaman Barat Djafrinal Effendi yang menyatakan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap paham radikal. Ia mengingatkan semua pihak agar tetap berpedoman pada empat pilar kebangsaan. “Setiap kader Ansor sudah dibekali wawasan kenapa harus menjaga empat pilar kebangsaan Indonesia. Yakni ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Sejarah panjang dan kondisi yang dimiliki Indonesia, hanya cocok dengan konsep empat pilar tersebut,” ungkapnya.

Deklarasi Kebangsaan yang dibacakan kader Ansor Padang Pariaman M. Fadly tersebut menyatakan:

  1. Gerakan Pemuda Ansor menolak semua bentuk paham radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tumbuh sejak lama di tengah masyarakat Indonesia.
  2. Menolak paham dan gerakan ISIS yang nyata-nyata tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusian dan agama Islam.
  3. Mendukung pernyataan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor tentang pembubaran ormas Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai mengancam keutuhan NKRI.
  4. Mendukung sikap Pemerintah  Indonesia yang membubarkan organisasi atau kelompok yang nyata-nyata berlawanan dengan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI.
  5. Mendukung sikap TNI dan Polri yang tegas mengambilkan tindakan terhadap pihak-pihak yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Pada kesempatan itu, Ketua Ansor Pasaman Asrial Arfandi Hasan juga mengungkapkan, bahwa generasi muda yang tingkat pengetahuan agamanya (Islam) minim lebih mudah dimasuki paham radikal. “Untuk itu, generasi muda perlu meningkatkan pengetahuan agama Islam yang berpahamkan rahmatan lil’alamin, Islam yang moderat,” tuturnya. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL