Sumber: id.wikipedia.org

Bandung, LiputanIslam.com– Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinangor (GP Ansor), Nanang Wahyu mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi yang ada di Jatinangor untuk tidak hanya mengajarkan ilmu akademik saja, tetapi harus mampu menangkal beredarnya paham radikal di kampusnya masing-masing. Begitu juga dengan mahasiswa dituntut agar bisa mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

“Selain itu mahasiswa harus mampu bersaing tidak hanya dari segi akademik maupun adaptasi terhadap globalisasi, tetapi harus mampu juga mempertahankan nilai luhur agama dan budaya bangsa untuk membantu mewujudkan ketahanan nasional,” ujar Nanang di Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (1/12).

Sementara Sekretaris GP Ansor Jatinangor, Dudi mengatakan bahwa GP Ansor dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan trend saat ini tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. “Sebagaimana faedah almuhafadotu alal qodimis shalih wal ahdu bil jadidil wal aslah atau mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik,” ucapnya.

Dudi juga mengingatkan para kader Ansor agar terus memperkuat persatuan dan kebersamaan antar sesama. Hal itu, lanjut dia, sangat penting dalam upaya menangkal radikalisme yang semakin meresahkan masyarakat belakangan ini.

“Harus mampu merancang strategi gerakan kedepan untuk senantiasa bahu membahu, jinjing menjingjing, pikul memikul setiap tanggung jawab dan menjadi  barisan terdepan  dalam meng-counter gerakan radikalisme. Sudah seharusnya Ansor sebagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan keislaman mampu mendayung di tengah rotasi zaman yang serba kompleks dan berubah secara terus menerus,” terangnya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL