Sumber: nu.or.id

Riau, LiputanIslam.com– Pengurus Cabang  GP Ansor Pelalawan, H Yanto Nur Hamzah menyampaikan menolak tegas paham khilafah yang selama ini gencar dikampanyekan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurutnya, NKRI dan Pancasila adalah konsep bernegara yang sudah final. Tidak dapat diganggu apalagi digantikan dengan konsep bernegara lainnya, termasuk konsep khilafah sekalipun. Pernyataan itu disampaikan Yanto Nur Hamzah di Pelalawan, Riau, seperti dilansir koranriau.net, pada Sabtu (29/4).

“Hari ini kami melihat ada gerakan ingin mengganti konsep NKRI dengan khilafah yang dilakukan kelompok HTI. Kami tidak akan biarkan gerakan ini mendapat tempat di bumi Riau, khususnya Pelalawan,” tegas Hamzah.

Hamzah juga mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap HTI. Menurutnya, negara tidak boleh diam, karena kalau paham khilafah dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kalau negara lalai kegiatan sejenis akan semakin sering digelar, akibatnya pasti akan fatal. Sehingga kami menolak HTI berdiri lebih lama lagi di Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Hamzah juga menyampaikan sikap GP Ansor Pelalawan terhadap HTI. Pertama, Pertama, menolak kegiatan kampanye khilafah yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam bentuk apa pun.

Kedua, menolak gagasan khilafah yang diprakarsai oleh HTI karena membahayakan dan merongrong 4 Pilar Bangsa yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Ketiga, menginstruksikan kepada seluruh anggota Banser Kabupaten Pelalawan untuk bekerjasama dengan Pemerintah, TNI dan Polri untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menghalau kegiatan-kegiatan yang dengan sengaja menyebarkan propaganda khilafah dengan tujuan merubah Pancasila sebagai ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara.

Keempat, menegaskan bahwa konsep NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 merupakan Ijtihad para ulama yang sudah berjuang memerdekakan Indonesia dengan segala bentuk pengorbanan jiwa dan raga.

Kelima, mengajak pengikut HTI dan sejenisnya untuk kembali pada ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang sesuai dalam bingkai NKRI. Dan terakhir, meminta Polri dan TNI menindak tegas HTI di Indonesia, jika melakukan kegiatan yang berpotensi adanya indikasi makar.

Hamzah juga memastikan, bahwa GP Ansor dan Banser NU siap menjadi yang terdepan dalam menjaga NKRI. “Itu sikap kami terhadap gencarnya kampanye hilafah oleh HTI, saya pastikan GP Ansor dan Banser NU berada di garda paling depan bersama TNI dan Polri dalam mengawal NKRI dan Pancasila,” tutupnya. (Ar/Koran Riau).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL