Sumber: nu.or.id

Ciamis, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Indonesia tidak membutuhkan negara Islam atau paham khilafah. Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ikut didirikan oleh para ulama ini sudah sesuai dengan syariat Islam. Pernyataan itu ia sampaikan pada acara Kongkow Kebangsaan “Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme” di Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (3/8).

“Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang sesuai syariat Islam, karena didirikan oleh para ulama, seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan lain-lainnya, karena didirikan oleh ulama maka sudah pasti sesuai dengan syariah Islam, maka tidak perlu lagi ada negara Islam atau Khilafah,” ucapnya.

Karena telah didirikan oleh para ulama, menurutnya sudah menjadi kewajiban kita membela bangsa ini. Telah menjadi kewajiban setiap anak bangsa, apalagi para santri-santri Nahdlatul Ulama. Menurut Gus Yaqut, membela bangsa adalah jihad yang sesungguhnya.

“Indonesia ini warisan dari leluhur, para ulama dan kyai-kyai kita, maka kita wajib membelanya, sampai titik darah penghabisan, ini mati syahid yang sejati, bukan seperti yang dilakukan pelaku bom bunuh diri itu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yaqut juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah darurat paham radikal. “Indonesia sudah darurat radikalisme, survei Wahid Foundation tahun 2016 melaporkan ada 11 juta orang yang siap melakukan tindakan radikal, ini bahaya sekali,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan dukungan GP Ansor dan Banser NU terhadap terbitnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang pembubaran ormas radikal. “Perppu Ormas itu ibarat aturan yang melarang pihak-pihak yang merusak rumah kita, Indonesia ini rumah kita bersama, tidak bisa dibiarkan ada pihak-pihak yang mau merusak,” ungkapnya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL