Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Robikin Emhas mengatakan bahwa Islam tidak hanya membahas urusan manusia dengan Tuhannya, namun juga membahas urusan manusia dengan sesamanya. Islam hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dunia, dari ketidakadilan, perselisihan, hingga persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, menurutnya gerakan memberantas korupsi sejalan dengan ajaran Islam.

Hal itu disampaikan Robikin pada acara Diskusi Hukum yang diselenggarakan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU yang juga dihadiri oleh pimpinan KPK, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/11).

“Upaya pemberantasan korupsi dalam konteks kemiskinan itu senafas dengan ajaran Islam karena di antara penyebab kemiskinan, adalah tingginya praktik korupsi. Itu semangat spirilitual yang harus kita bangun,” ungkapnya.

Menurutnya, KPK tidak bisa bekerja sendirian dalam rangka pemberantasan korupsi, sehingga perlu keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama melawan korupsi. “Mari kita tingkatkan upaya bahu membahu dengan kekuatan sipil yang lain untuk bersama-sama mengurangi derajat signifikan meluasnya praktik korupsi,” ucapnya.

NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan juga terus berupaya memerangi praktik korupsi. Hal itu dapat dilihat dalam keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Kempek Cirebon, Jawa Barat pada 2012. Di antara hasilnya, ialah pemilihan kepala daerah dilakukan melalui perwakilan di parlemen dalam rangka mengurangi mudharat yang ditimbulkan.

“Dalam Munas NU di Kempek tahun 2012, NU telah mengidentifikasi bahwa desentralisasi menjadi salah satu faktor tertinggi meluasnya praktik korupsi di daerah,” ujarnya. (ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*