Sumber: floresa.co

Jakarta, LiputanIslam.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melawan korupsi. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam upaya memberantas korupsi. Oleh karena itu, KPK telah berkerjasama dengan Lakpesdam PBNU untuk menguatkan pendidikan antikorupsi di masyarakat dan mengampanyekan bahwa korupsi adalah musuh bersama.

Seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Selasa (30/4), Penyidik KPK Muadz D. Fahmi mengatakan, warga NU yang memiliki beragam latar belakang mempunyai peluang besar mengajak masyarakat untuk menolak praktik korupsi. Misalnya, kader-kader NU yang berlatar belakang guru agama.

“Yaudah kasihlah pencerahan ke masyarakat. Misalnya apa itu korupsi, korupsi tidak boleh, apa landasannya? Ada gak di Al-Qur’an? Ada gak di hadisnya? Ulama bilangnya seperti apa?” katanya.

Menurutnya, cara mudah memberantas korupsi dimulai dari diri masyarakat itu sendiri. Hal tersebut berdasarkan perintah Nabi Muhammad SAW, bahwa jihad yang terkandung dalam nilai nilai ajaran islam adalah jihad melawan diri sendiri. “Sebenarnya konsep Jihad itu paling bagus, paling awal adalah jihad melawan diri sendiri,  itu kan diajarin Nabi Muhammad kan bahwa jihad terbesar adalah jihad melawan diri sendiri,” ucapnya.

Kemudian selanjutnya adalah adalah membangun mental masyarakat. Dibutuhkan mental yang kuat, karena melawan godaan korupsi tidak mudah. “Mental apa? Mental berani, mental bangkit setelah gagal, namanya jihad ada perjuangan dong bisa gak dia bangkit setelah gagal,” tandasnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*