gala dinerJakarta, LiputanIslam.com — Berbagai masakan khas Indonesia menjadi menu yang disajikan dalam gala dinner atau jamuan makan malam pada Rabu malam, 22 April 2015, sebagai rangkaian dari acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika. Makan malam ini berlangsung di halaman Istana Negara, di Kompleks Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Staf Istana mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam menata, mendekorasi, dan mengatur halaman luas itu dengan tema pesta kebun (garden party).

Dari laporan Merdeka, jamuan makan malam ini diisi dengan sate Maranggi, asinan Jakarta, soto ayam Lamongan dan nasi tumpeng nusantara. Selain itu, untuk makanan ringan, panitia KAA menyediakan serabi Bandung dan kunyit asem sorbet. Hal itu terlihat dari daftar menu yang diletakkan di atas meja bundar untuk para tamu. Untuk minuman, panitia menyediakan teh, kopi dan jus jeruk.

Selain menu-menu khas Nusantara, ada pemandangan yang cukup menarik dalam jamuan makan malam tersebut. Kemeja-kemeja batik Indonesia banyak dikenakan oleh para undangan peserta KAA, termasuk Presiden Tiongkok, residen Tiongkok, Xi Jinping yang memakai batik berwarna biru.

Kesempatan menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini tidak disia-siakan. Pemerintah melakukan upaya maksimal untuk memperkenalkan Indonesia lebih dalam kepada negara-negara sahabat. Sebelumnya guna memperkenalkan batik, Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak istri delegasi masing-masing negara peserta KAA untuk berkunjung ke Museum Tekstil, Jakarta Barat. Dalam acara bertema Spouse Programme, dihadiri istri kepala negara Timor Leste, Afrika Selatan, Angola, Madagaskar dan Zimbabwe itu, para ibu negara berkesempatan membuat batik bermotif klasik. Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan istri Gubernur DKI Jakarta Veronica Tan juga turut mendampingi.

Selain membatik, para ibu negara peserta KAA diajak melihat-lihat koleksi kain, pakaian adat dan batik nusantara di Museum Tekstil selama satu jam. Salah satu koleksi kain yang menonjol adalah kain asal Nusa Tenggara Barat.

“Bertepatan dengan tema memperingati 200 tahun meletusnya Gunung Tambora, kami menampilkan koleksi NTT didukung juga koleksi lain,” tutur salah satu panitia.

Museum Tekstil memiliki koleksi 2350 kain dan busana tradisional Indonesia, meliputi 886 kain batik, 819 kain tenun, 425 koleksi campuran, 70 koleksi peralatan dan 150 busana serta tekstil kontemporer. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL