Sumber: republika.co.id

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan dakwah berbasis keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki peran dan pengaruh yang kuat dalam penanaman pemahaman keagaman yang benar dalam keluarga. Sebab itu, pihaknya menggelar International Young Muslim Women Forum (IYMWF) yang membahas soal peran perempuan.

“Jika doktrin disebarkan melalui keluarga, maka akan sangat mudah tertanam dalam pikiran seluruh anggota keluarga. Makanya fatayat sedang giat-giatnya menggelar dakwah berbasis keluarga,” katanya seperti dilansir republika.co.id Jakarta, pada Senin (29/10).

Anggia mengaku bahwa dirinya menyayangkan posisi perempuan sebagai istri yang seolah-olah diwajibkan untuk selalu mengikuti perintah suami, yang bisa saja sudah terlebih dulu terjerumus dalam aliran kiri. Oleh karenanya, ia berharap IYMWF dapat terus mengkaji dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang kerap menimpa perempuan.

Anggia juga menegaskan bahwa forum IYMWF bukan hanya forum yang berdasar pada teori, namun membawa permasalahan lapangan dan mengkajinya bersama para pakar dan tokoh yang jelas berperan nyata dalam memperjuangkan kehidupan perempuan.

“Melalui forum ini, kita mengajak tokoh-tokoh inovatif yang terbukti berperan nyatanya dalam kehidupan untuk mengkaji secara mendalam permasalahan-permasalahan perempuan,” ungkapnya.

Pada forum IYMWF tersebut, Fatayat NU membahas tujuh pembahasan utama. Pertama, Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai upaya mendukung kesetaraan gender, HAM, dan keadilan untuk semua orang. Kedua, Islam Nusantara sebagai role model dari Indonesia yang dapat diterapkan di negara-negara lain dalam mengatasi radikalisme dan ekstrimisme beragama. Ketiga, kepemimpinan perempuan sebagai aksi afirmatif dalam segala bidang kehidupan.

Keempat, kampanye melawan pernikahan usia anak dan diskriminasi perempuan. Kelima, mendorong pemerintahan di tiap-tiap negara untuk memastikan kesetaraan dalam pelayanan kesehatan antara laki-laki dan perempuan.Keenam, pemberdayaan ekonomi perempuan. Ketujuh, mengajak perempuan dunia makin aktif di sosial media untuk kampanye Islam damai, toleran, dan moderat.(ar/republika).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*