Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) bekerjasama dengan Kementerian Desa dan Transmigrasi Republik Indonesia menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual Bagi Pendakwah Perempuan (Daiyah) di Daerah Transmigrasi. Pelatihan yang diikuti Daiyah Fatayat NU se-Sumatera dan Indonesia Timur itu diadakan di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM) Jakarta Timur, seperti dilansir NU Online, pada Kamis (19/10).

Pendakwah perempuan (Daiyah) memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa. Bukan hanya sebagai pihak yang melakukan transfer of knowledge pada masyarakat, namun telah meluas menjadi agent of change bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Demikian juga dalam persoalan radikalisme, daiyah memiliki peran yang sangat strategis untuk melakukan gerakan deradikalisasi.

Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermar menyatakan, daiyah sebagai orang yang dipercaya masyarakat di daerah transmigrasi, sudah sepatutnya ada kegiatan peningkatan kapasitas. Yakni peningkatan kapasitas secara ekonomi dan juga secara rohani. Menurut Anggia, daerah transmigrasi perlu mendapat perhatian lebih karena lokasinya jauh dari kota.

“Karena transimgrasi  secara geografi jauh dari pusat kota, jauh dari komunitas secara umum, ini lebih mudah untuk didatangi lebih mudah untuk dipengaruhi oleh ideologi-ideologi, sehingga ini menjadi konsentrasi Fatayat NU yang sangat sinergi dengan programnya direktorat jenderal pengembangan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual Bagi Pendakwah Perempuan (Daiyah) tersebut, hadir juga Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Bidang Dakwah PP Fatayat NU Hj Anisa Rahmawati, dan Dirjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) HM. Nurdin. (Ar/NU Online)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL