Sumber: nu.or.id

Ambon, LiputanIslam.com– Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) mendorong pemerintah Indonesia agar serius menangani masalah kesehatan masyarakat, yakni persoalan gizi buruk dan tumbuh kembang anak. Persoalan kesehatan menjadi sorotan utama yang dibahas  Fatayat NU pada Konferensi Besar (Konbes) Ke-16 di Ambon Maluku yang ditutup, pada Minggu (29/4).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini mengaku bahwa Fatayat NU terus terlibat dalam upaya pencegahan stunting. Berbagai program dan kerja sama dilakukan agar dapat terus mengampanyekan gerakan cegah stunting, demi menjaga kualitas generasi penerus bangsa ini.

Persoalan PTM (penyakit tidak menular) di Indonesia terus meningkat. Ini terjadi salah satunya karena rendahnya kesadaran masyarakat akan upaya pencegahan dini, termasuk ancaman kanker serviks yang menjadi ancaman serius perempuan Indonesia. Oleh karena itu, Fatayat NU mendorong seluruh perempuan Indonesia untuk gerakan sadar sehat.

“Di samping itu pemerintah dan pihak terkait menjadi kunci penting dalam menjaga kekuatan bangsa melalui kondisi masyarakatnya yang sehat. Dan hal utama yang dibutuhkan adalah kerja sama lintas sektor, kerja keras semua pihak termasuk organisasi perempuan” jelas Anggia.

Anggia juga menyampaikan akan pentingnya membangun wawasan perempuan tentang literasi digital. Menurutnya, perempuan harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil produk, menggali wawasan dan bisa memberdayakan perempuan lain.

“Jadi rekomendasi internal untuk literasi digital adalah, kami akan mengupayakan terbentuknya Fatayat TV sebagai media untuk bisa mengakomodir dan mengeksplorasi potensi perempuan lebih maksimal,” ucapnya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*