Menteri retnoJakarta, LiputanIslam.com –- Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi meminta kepada semua pihak di Yaman agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause) guna memberikan kesempatan bagi warga sipil dievakuasi keluar dari Yaman.

“Kesempatan ini akan digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) secepatnya dari Yaman,” kata Retno seperti dilansir Merdeka, 6 April 2015.

Kemarin, sebanyak 14 WNI yang berhasil dievakuasi dari Yaman di Common Lounge Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka tiba di Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Etihad ER-474 pada pukul 14.48 WIB. Beberapa orang di antara WNI tersebut, ada yang membawa anak ataupun balita.

Menlu Retno mengaku sangat lega melihat para WNI tersebut telah berhasil dievakuasi dari konflik yang sedang berkecamuk di Yaman. “Kita bersyukur mereka dalam kondisi sehat, walaupun pasti capek karena sudah beberapa hari ada di perjalanan, akhirnya sampai di tanah air dengan selamat,” ujar Retno dengan menghela nafas lega.

Dalam perkembangan terbaru, Tim Percepatan Evakuasi WNI yang berangkat dari Jakarta berhasil masuk ke kota Tareem melalui perbatasan Yaman-Oman.

Tim ini menghubungi berbagai pihak termasuk para tokoh ulama dan pimpinan universitas dan pesantren, agar membantu meyakinkan WNI di Hadhramaut agar bersedia di evakuasi.

Sebelum serangan udara Liga Arab terjadi, 792 WNI telah dievakuasi dari Yaman. Sementara sepekan terakir, 202 WNI saat ini sudah dievakuasi ke wilayah aman yaitu di Jizan (Arab Saudi) dan Djibouti City (Djibouti). Operasi penyelamatan WNI ini melibatkan pesawat TNI AU Boeing 737-400 serta kapal sewaan dari Kota Aden.

Kondisi Yaman, terutama di bagian barat, sekitar kota Aden dan ibukota Sanaa semakin memprihatinkan. Serangan jet tempur Arab Saudi dan sekutunya kian intensif, dan ratusan korban telah berjatuhan, termasuk wanita dan anak-anak.

Saat ini masih terdapat sejumlah WNI yang ada di berbagai penampungan/safe house yang menunggu evakuasi. Mereka yakni di Aden 89 orang, Sana’a 14 orang, Al Mukalla 40 orang dan Tareem 58 orang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL