Prototype mobil berbahan bakar batu kapur hasil inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya/ANTARA

Malang, LiputanIslam.com – Inovasi dari mahasiswa Universitas Brawijaya Malang mampu meraih prestasi dalam ajang kompetisi Chem E-Car di Perth, Australia belum lama ini. Mobil buatan mahasiswa Indonesia tersebut diberi nama Mobil Exotric II yang digerakkan dengan menggunakan batu lapur dan direaksikan dengan larutan asam.

Dobita A Feleciana yang juga ketua tim Universitas Brawijaya (UB), mengatakan bahwa mobil yang dipamerkan dan diperagakan dalam kompetisi purwarupa (prototype) mobil dengan bahan bakar terbarukan yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di Asia dan Australia.

Dobita menceritakan bahwa timya memulai kompetisi tersebut dari nol, namun dalam ajang tersebut timnya berhasil meraih peringkat kedua. Sebelumnya mereka telah membuat mobil Exotric generasi pertama namun sayang hasilnya tidak memuaskan karena campuran larutan batu kapur dan asam tersebut tidak mampu menghasilkan energi yang maksimal.

Terhitung mobil Exotric sudah dua kali diikutsertakan dalam kompetisi serupa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), April lalu. Pada kesempatan tersebut tim UB juga menempati posisi kedua.

Menurutnya bahwa semua tim dalam kompetisi tersebut ditantang untuk membuat mobil yyang dapat berjalan sejauh 19 meter dengan diberi beban tambahan 10 dari berat mobil.

Pada percobaan pertama mobil I mencatat jarak hingga 17,2 meter sedangkan pada percobaan kedua mobil bisa mencapai jarak yang lebih baik lagi namun tidak terlalu signifikan yakni 17,68 meter. Namun dua percobaan tersebut tidak memenuhi target yang ditetapkan 19 meter.

Melihat hasil terakhir akhirnya tim UB melakukan perbaikan dan pengembangan sistem transer energi, sistem pemberhentian, reaksi kimia dan rangka yang lebih kuat dan ringan. Hasilnya adalah mobil Exotric II. Mobilnya sendiri di klaim hampir sama dengan mobil-mobilan dengan remote control.

Dobita bersama timnya mengaku senang dan bangga karena meskipun membangun mobil dari nol namun mampu mengalahkan perguruan tinggi lainnya yang berasal dari Asia dan Australia. Perwakilan Indonesia sendiri mengirim dari tiga perguruan tinggi negeri yakni UGM dengan 2 mobil, ITS dengan 1 mobil dan UB dengan 1 mobil. (fie)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL