Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Solidaritas Lintas Agama untuk Kemanusiaan “Yerusalem Ibukota Palestina” mengeluarkan sikap resmi sebagai dukungan untuk Yerusalem dan rakyat Palestina. Pernyataan sikap para Tokoh Lintas Agama itu disampaikan di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, pada Jumat (15/12).

Para Tokoh Lintas Agama telah sepakat menolak klaim Amerika Serikat atas Yerusalem. Berikut pernyataan sikap Tokoh Lintas Agama yang dibacakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj:

  1. Sebagai wujud implementasi diktum pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”, maka kami mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk terus memperjuangkan dengan lantang tentang kedaulatan Palestina.
  2. Kami sebagai pimpinan agama juga mengecam keras tindakan klaim sepihak yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yarusalem sebagai Ibukota Isreal, karena semestnya Kota Suci Yerusalem tersebut adalah ibu kota Palestina. Klaim sepihak itu merupakan sikap yang selain berdampak langsung pada stabilitas politik dan keamanan internasional.
  3. Mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi dalam menyikapi persoalan ini. Sikap tegas harus selaras dengan resolusi dan juga keputusan-keputusan yang telah disebutkan di atas.
  4. Masalah yang menimpa Yerusalem dan penduduk Palestina harus diletakkan dalam bingkai persoalan kemanusiaan, bukan soal keyakinan dan agama. Yang harus dikedepankan adalah sudut pandang persaudaraan kemanusiaan. Prinsip menolak pelbagai macam bentuk kekerasan yang ujungnya merugikan rakyat biasa bahkan melanggar dan mengingkari hak-hak kemanusiaan harus ditolak dan dilawan sekuat tenaga.
  5. Meminta segenap pihak untuk tidak terprovokasi oleh ajakan, hasutan, dan juga gerakan-gerakan lain yang cenderung berpotensi memperkeruh keadaan. Umat beragama harus tetap meletakkan harmoni dan juga perdamaian sebagai pilar wajib yang harus ditegakkan serta menyerukan kepada seluruh umat beragama untuk konsentrasi berdoa demi perdamaian dan kedaulatan Palestina, dan juga yang terpenting untuk keselamatan rakyat Palestina.
  6. Penyelesaian menyeluruh mengenai konflik Palestina dan Israel semestinya melalui dialog yang konstruktif antara kedua belah pihak dalam kerangka mewujudkan cita-cita dua Negara: Palestina dan Israel yang damai.

Hadir dalam pernyataan sikap tersebut adalah Mgr. Ignatius Suharyo (Konferensi Wali Gereja), Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat (Persekutuan Gereja Indonesia), Jandi Mukianto (Walubi), Peter Lesmana (Matakin), Arya Prasetya (NSI),KH Said Aqil Siroj (Ketum PBNU), H. Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU), H. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU) dan H. Robikin Emhas (Ketua PBNU).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*