WNI Gabung ISISPekanbaru, LiputanIslam.com — Untuk kesekian kalinya, warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bergabung dengan kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ditangkap petugas imigrasi di Singapura. Dari keterangan pihak kepolisian, dua WNI ini hendak menuju Suriah melalui Turki.

“Mereka akhirnya mengaku hendak menuju Turki, untuk bergabung dengan ISIS. Karena itu, mereka akan dikembalikan ke Indonesia,” jelas Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Charliyan, seperti diberitakan Kompas TV, 11 November 2015.

Ditambahkan, bahwa faktor ekonomi dan ideologi menjadi pemicu kedua WNI ini ingin bergabung dengan ISIS.

Dua WNI ini (FR dan FS) adalah warga Pekanbaru, Riau. Ketika dipulangkan ke rumahnya, orang tua dan warga sekitar merasa terkejut, tidak percaya jika FR nekad hendak bergabung dengan ISIS. Pasalnya, pemuda ini terkenal santun dan mudah bergaul dengan warga setempat. Hanya saja, setahun terakhir ini FR telah meninggalkan rumah karena berselisih paham dengan orang tuanya.

Iming-iming ISIS

Tawaran gaji yang besar menjadi iming-iming ISIS untuk merekrut anggota di Indonesia.

“Strategi perekrutan anggota ISIS tidak selalu sama. Pola perekrutan anggota ISIS di Indonesia melalui pemberian gaji yang jauh lebih besar,” kata Deputi Pencegahan BNPT Brigjen Hamidin, seperti dilansir Okezone, 9 November 2015.

Menurut Hamidin, BNPT berhasil mendapatkan informasi bahwa calon anggota ISIS dijanjikan gaji sebesar Rp52 juta bila bergabung sebagai individu. Bila dia membawa sekeluarga, maka gajinya bisa mencapai Rp100 juta.

Tak hanya uang, menurut Hamidin, ada juga mereka yang direkrut dengan cara murni karena ibadah.

“Pemahaman agama yang salah membuat orang-orang yang terperdaya mengikutinya,” katanya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL