Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum, Robikin Emhas menyatakan bahwa dengan disahkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), maka semua gugatan terhadap Perppu tersebut di Mahkamah Konstitusi secara otomatis gugur.

“Konsekuensi hukum disahkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi UU adalah gugurnya seluruh gugatan judicial review di Mahkamah Konstitusi tentang Perpu Ormas,” ujar Robikin di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Selasa (24/10).

Sebagaimana yang diketahui, lanjutnya, ada 35 lebih gugatan judical review di MK tentang Perppu Ormas yang hingga saat disahkannya Perppu Ormas menjadi UU pada Selasa (24/10) masih dalam tahap pembuktian. Yakni dalam tahap pemeriksaan saksi dan ahli, baik dari pihak Pemohon (Penggugat) maupun Pemerintah dan Pihak Terkait.

“Oleh karena Perppu Ormas diterima DPR sebagai UU, sedangkan proses persidangan di MK belum berakhir atau belum diputus, maka seluruh gugatan yang ada gugur demi hukum karena Perppu yang digugat sudah tidak ada lagi (non existing),”  ucap Robikin.

Sementara, Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra pada Rabu (25/10) membenarkan bahwa dengan telah disahkannya Perppu Ormas menjadi UU oleh DPR, semua uji materi terhadap Perppu tersebut secara praktis terhenti. Menurut Yusril, nasib Perppu memang tergantung kepada MK dan DPR, adu cepat.

“Kalau MK putuskan lebih dulu misalnya, membatalkan Perppu tersebut, maka pembahasan di DPR juga dihentikan karena obyek yang dibahas sudah tidak ada lagi, dan sebaliknya. DPR lebih dulu menyetujui Perppu disahkan menjadi UU, maka sidang MK kehilangan obyek pengujiannya,” jelasnya.

Melalui rapat paripurna DPR, ada 314 anggota dewan yang menyatakan setuju Perppu sebagai UU. Sementara  131 anggota menolak Perppu. Dengan demikian, Perppu Ormas sah menjadi Undang-Undang (UU). Rapat tersebut dihadiri oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan Menkominfo Rudiantara. (Ar/NU Online/Republika/Tribun).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL