Sumber: kagama.co

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Wahyudi mengajak generasi milenial dan masyarakat Indonesia yang memiliki hak suara agar menggunakan hak pilihnya dengan baik. Dalam hal memilih, Menurutnya, pilihlah calon pemimpin berdasarkan rekam jejaknya.

“Dalam demokrasi itu kita yang paling tahu akan diri kita sendiri sehingga setiap orang diberi hak untuk menentukan suaranya dalam pemilu,” ucapnya pada acara dialog interaktif bertajuk “Generasi Milenial Peduli Pemilu Informatif” di Ruang Persatuan Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta, pada Selasa (19/2).

Menurut Agus, Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan mekanisme reguler  lima tahunan untuk menentukan calon pemimpin yang duduk di pemerintahan. Namun, pemilu tidak selalu menjamin terpilihnya pemerintahan demokrastis. “Pemerintah otoritarian juga rutin melaksanakan pemilu, namun pemenangnnya selalu bisa ditebak, kita pernah mengalaminya di masa Orde Baru dulu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Tenaga Ahli Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Hendrasmo. Ia mencontohkan Presiden Amerika Donald Trump yang tidak memiliki reputasi di pemerintahan sebelumnya. Ketika menjadi kepala negara, Trump memiliki perilaku tidak demokratis, misalnya memecat Jaksa Agung yang akan mengusut kasus praktik kolusi, lalu mengangkat anaknya  jadi penasihat presiden, bahkan ia juga memusuhi media.

“Demokrasi bisa mati karena kudeta, namun bisa mati karena salah pilih orang sehingga harus hati-hati dalam memilih karena demokrasi itu sendiri rapuh,” jelasnya. (aw/msn).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*