Sumber: sdm18sby.com

Jakarta, Liputanislam.com– Dosen Metode Pembelajaran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Andri Hardiyana mengatakan bahwa pembelajaran sejarah harus menyenangkan. Sebab, selama ini pembelajaran sejarah terkesan menjemukan karena masih menekankan hafalan nama, waktu, dan lokasi peristiwa saja. Dosen atau guru tidak memberitahu makna peristiwa sejarah tersebut.

“Pendidikan yang menyenangkan (edutainment). Pendidikan Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan (PAIKEM) harus diterapkan,” ucapnya, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Selasa (6/11).

Menurut Andri, untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan, maka perlu melakukan empat model pembelajaran, yakni pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis proyek (project based learning), pembelajaran penemuan (discovery learning), atau pembelajaran dengan mencari tahu (inquiry learning).

Para siswa atau mahasiswa tertantang untuk terlibat langsung dalam menemukan makna sejarah, pemikiran tokoh, dan nilai-nilai yang bisa ditampilkan. “Media pembelajaran dalam menyampaikan materi sejarah, tidak sekadar tekstual dalam buku, harus ada visualisasinya,” katanya.

Ia mencontohkan, pembelajaran bisa menggunakan animasi dengan menampilkan pahlawan sebagai tokoh di dalamnya. Bisa juga, katanya, dengan bermain peran sehingga pelajar dapat menghayati tokoh yang diperankannya. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*