Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Prof Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa saat ini setidaknya ada empat permasalahan utama perguruan tinggi di Indonesia. keempat persoalan itu ialah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, kualitas mutu perguruan tinggi, relevansi kualifikasi SDM lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, dan karakter kebiasaan manusia Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ali Ghufron pada acara diskusi Education Outlook 2018 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Pendidikan dengan tema “Meneropong Daya Saing SDM Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia” di Meeting Room IBIS Budget Menteng, Jakarta, pada Rabu (20/12).

Ali Ghufron menjelaskan, permasalahan yang paling menonjol adalah relevansi kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. “SDM yang diproduksi perguruan tinggi jumlahnya besar, namun relevansi  kompetensi  mereka yang kurang sesuai dengan kebutuhan dunia menjadikan mereka kurang terserap, sehingga timbullah banyak pengangguran,” ujarnya.

Padahal kalau berbicara soal potensi SDM, Indonesia termasuk negara yang memiliki perguruan tinggi terbesar di dunia, yakni sebanyak 4539 Perguruan Tinggi. “Apabila dibandingkan dengan Cina yang memiliki jumlah penduduk sebesar 1,5 milyar, Indonesia masih mengungguli. Sebab jumlah Perguruan Tinggi di Cina hanya sekitar 1500-an,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Ali, dengan potensi yang besar tersebut pemerintah saat ini sedang menyusun data kebutuhan SDM di dunia kerja agar hasilnya nanti dapat dijadikan acuan bagi perguruan Tinggi dalam penyusun fokus program pendidikannya.

“Hal ini menjadi penting sebab  perguruan Tinggi di Indonesia seharusnya menghasilkan lulusan yang siap untuk terjun mengelola potensi yang ada di Indonesia. Potensi yang besar di Indonesia tentunya adalah bidang pertanian dan kelautan. Potensi ini perlu dikelola penggunaan teknologi,” ucapnya.

Selain persoalan relevansi kompetensi, perguruan tinggi juga harus merumuskan proses pendidikan yang dapat membangun karakter para mahasiswanya. “Jika bangsa Indonesia ingin unggul, harus memiliki karakter yang berkualitas” kata Ali Ghufron. (Ar/Republika).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*