Sumber: MSN.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Lembaga Survei Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya melaporkan 5 akun media sosial (Medsos) ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik, ancaman, dan chat palsu.  Kelima akun tersebut adalah empat akun twitter yakni @silvy_Riau02, @sofia_ardani, @sarah ahmad, @rif_opposite, serta satu akun Facebook atas nama Ahmad Mukti Tomo.

“Terkait dengan pembuatan chat palsu dan penyebarannya. Akun facebook atas nama Ahmad Mukti Tomo yang terkait dengan penyebaran chat palsu saya disertai beberapa nada ancaman dan ujaran kebencian,” ucapnya di Jakarta, pada Selasa (23/4).

Yunarto menjelaskan ia melaporkan pencemaran nama baik itu karena berdampak negatif pada dirinya secara pribadi dan juga kepada kredibilitas Charta Politika. “Ini tidak bisa menjadi sebuah kebiasaan dari orang-orang yang tidak bertanggung, mengacau dan memecah belah masyarakat,” katanya.

Ia mengaku barang bukti yang dibawa adalah seluruh screenshot yang menunjukkan pencemaran nama baik oleh kelima akun tersebut.  Kelima akun dilaporkan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan ancaman Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11/2008 tentang ITE, pencemaran nama baik dengan Pasal 310 dan 311 KUHP.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi juga telah melaporkan empat akun media sosial ke Bareskrim Polri karena diduga melakukan pencemaran nama baik. Burhanuddin mengatakan akun media sosial tersebut menuduhnya sebagai dalang hitung cepat atau quick count palsu yang ditayangkan di televisi.

“Sejak kemarin saya diserang ribuan akun yang menuduh saya sebagai dalang quick count palsu yang ditayangkan di televisi dan dinilai menerima bayaran Rp450 miliar,” tandasnya pada Senin (22/4). (aw/cnn/detik).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*