Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Musyawarah Nasional Ikaran Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Munas IKA PMII) ke-6 diadakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, pada Jumat (20/7). Dihadapan Presiden Jokowi, sebelum pembukaan, Sekjen IKA PMII M Hanif Dhakiri membacakan manifesto IKA PMII dalam melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Menurut Hanif ketiga isu tersebut saat ini sering mengemuka dan dianggap mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kepada Bapak Presiden, izinkan kami membacakan manifesto IKA PMII dalam melawan radikalisme, terorisme dan intoleransi,” ucapnya.

Berikut adalah naskah manifesto tersebut:

Manifesto Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) dalam Melawan Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi
Bahwa Negara Indonesia sebagai Negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila adalah hasil konsensul yang besifat final dan sudah teruji dalam sejarah yang panjang, sehingga Indonesia terus terjaga sebagai Negara yang damai dan bersatu. Namun demikian, masih saja muncul kelompok masyarakat yang terus menebar kebencian radikalisme dan intoleransi atas nama agama yang dipahami secara dangkal, dan dampaknya sangat terasa merusak sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, untuk menghindari resiko sosial dan politik yang mengancam Indonesia kedepan, bersama ini, IKA PMII menegaskan manivesto melawan radikalisme terosisme dan intoleransi :

1. IKA PMII bertekad senantiasa menjadi penyangga utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Melalui jaringan alumni PMII yang tersebar di seluruh Indonesia, dan berkiprah di berbagai bidang pengabdian, IKA PMII menjadi garda terdepan dalam mencegah dan memerangi radikalisme, terorisme dan intoleransi yang mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. IKA PMII akan bekerja sama dangan berbagai pihak yang mendukun pencegahan terhadap radikalisme, terorisme dan intoleransai. Dan sebaliknya IKA PMII akan menantang, melawan pihak pihak terindikasi mendukung atau membiarkan berkembangnya ajaran yang berbau radikalisme, terorisme dan intoleransi.

3. IKA PMII mengajak semua komponen bangsa, khususnya pimpinaan partai politik dan tokoh-tokoh masyarakat untuk tidak mempolitisasi kasus SARA yang dapat menimbulkan kebencian dan sikap intoleran di tengah masyarakat.  Kami juga mengajak para elit politik dan semua pihak untuk memperkuat dialog dan kerjasama melawan radikalisme terorisme dan intoleransi.

Jakarta, 20 Juli 2018
Salam Pergerakan.

Usai pembacaan, Presiden Jokowi berinisiatif langsung naik ke panggung acara dan menerima naskah manifesto tersebut. (ar/NU Online).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*